ATLET dan pelatih PORPROV IX Jatim asal Kabupaten Malang bisa bernapas lega. Setelah menanti dua bulan lebih, bonus kejuaraan mulai diterima. Pencairan bonus sudah dirasakan sejak 17 September lalu.
Ketua Harian Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PERSEROSI) Kabupaten Malang Suliadi Winarno menjabarkan, bonus ditransfer ke masing-masing rekening atlet. Dia menjelaskan untuk peraih medali emas mendapatkan Rp 40 juta. Sementara, peraih medali perak menerima Rp 20 juta dan perunggu sebesar Rp 10 juta.
”Untuk atlet yang bertanding di nomor beregu mendapat tambahan, peraih emas diganjar bonus Rp 50 juta,” katanya. Sementara itu, jumlah bonus peraih medali perak dan perunggu di nomor beregu tidak berubah. Rp 20 juta dan Rp 10 juta.
Selain itu, bonus untuk pelatih juga cair pada 18 September lalu. Besarannya Rp 3 juta untuk setiap poin dari perolehan medali. Soal pembagian, dia menyerahkan sepenuhnya kepada tim pelatih agar disesuaikan dengan jumlah dan kontribusi masing-masing.
Meski menjadi cabor penyumbang emas terbanyak untuk Kabupaten Malang, Suliadi mengatakan, capaian itu tidak didapatkan dengan mudah. Persiapan dilakukan jangka panjang sejak 2024. Selama masa persiapan juga perlu merogoh saku yang dalam demi latihan optimal.
”Saya bersyukur hasil ini sesuai dengan kerja keras anak-anak,” katanya. Harapannya, bonus tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk hal positif. Seperti membeli peralatan sepatu roda yang berkualitas tinggi sampai mengikuti berbagai kejuaraan lain.
Targetnya pada Porprov X Jatim menjadi juara umum. Pada Porprov IX Jatim, PERSEROSI Kabupaten Malang meraih lima medali emas, dua perak, dan tiga perunggu. Motivasi tersebut bakal jadi bekal menyiapkan atlet lebih matang dua tahun ke depan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho