PERJUANGAN atlet Hapkido Kota Malang tampil dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025 di Surabaya tidak berjalan mulus. Tiga dari lima atlet yang lolos ke ajang itu terpaksa harus undur diri. Penyebabnya, biaya tampil di Kejurnas dibebankan kepada atlet.
Pelatih Kepala Hapkido Kota Malang Fandy Alfian Chaniago mengatakan, awalnya keikutsertaan kontingen Jawa Timur di Kejurnas 2025 dibiayai penuh. Namun, karena dana dari KONI Jawa Timur belum turun hingga waktu keberangkatan, biaya partisipasi dibebankan kepada atlet. Melalui berbagai pertimbangan matang, akhirnya hanya dua atlet yang berlaga.
”Dua atlet kami yang bisa ikut hanya Krisna Adi Saputra dan Nurani Safira Abadi,” katanya. Krisna akan turun di nomor Nakbop atau High Jump putra. Safira bertanding di nomor Individual Under 72 kilogram putri.
Meski keduanya peraih emas Porprov IX Jatim 2025, banyak biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti ajang itu. Belum lagi beban biaya sekolah dan utang yang harus ditanggung. Safira misalnya, terpaksa mengambil cuti kuliah karena belum mampu membayar biaya semester.
Dua atlet tersebut juga harus menyisihkan sejumlah uang untuk ikut Kejurnas. Mereka membayar biaya pendaftaran Rp 700 ribu per nomor. Menanggung biaya akomodasi, penginapan, dan makan selama berada di Surabaya.
Terkait latihan, dia memastikan Krisna dan Safira punya persiapan yang matang. Mereka sudah meningkatkan fisik dan teknik sejak Agustus lalu. ”Meski level Kejurnas lebih berat, saya yakin mereka bisa meraih medali di event tersebut,” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho