Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Menempati Peringkat Satu Tim dengan Kartu Merah Terbanyak di Liga

Galih R Prasetyo • Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:21 WIB
Foto: Darmono/Radar Malang
Foto: Darmono/Radar Malang

MALANG – Pemain Arema FC yang mendapat kartu merah di BRI Super League bertambah. Setelah Yann Motta, Betinho Filho, dalam laga pekan ke-10 giliran Julian Guevara dan Bayu Setiawan mendapat sanksi itu. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan awal musim kompetisi 2024/2025 lalu.

Arema FC berada di peringkat teratas dengan Persebaya Surabaya dalam daftar tim Super League dengan koleksi kartu merah terbanyak.

Kedua tim Jawa Timur itu sama-sama mendapat empat kartu merah (selengkapnya baca grafis). Sebagai pengingat, kartu merah Guevara didapatkan menit 58 dan Bayu menit 77 saat melawan Borneo FC.

Keduanya mendapat hukuman itu setelah melanggar Mariano Peralta. Bayu melakukan pelanggaran keras. Sedangkan Guevara menghadang Peralta saat akan melakukan serangan balik.

Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos tidak menyalahkan kedua pemainnya terkait kartu merah. Menurutnya, sanksi untuk anak asuhnya tersebut kurang tepat.

”Mereka (pengadil lapangan) memberikan kartu ke Julian yang seharusnya hanya pelanggaran biasa. Sementara seharusnya kartu kuning, namun pemain kami mendapatkan kartu merah,” katanya.

Pelatih berusia 46 tahun itu menjabarkan, wasit di pertandingan Arema FC melawan Borneo FC seharusnya bisa mengambil keputusan lebih baik. Karena kedua tim sama-sama berjuang untuk meraih poin penuh. Para pemain Singo Edan juga tidak ada yang punya niat untuk mencederai lawan.

Dampak lain dari kondisi itu, membuat usaha Arema FC menyamakan kedudukan semakin berat. Penyebabnya harus bermain dengan jumlah pemain berkurang. ”Harus kami akui, kartu merah mengganggu rencana tim,” kata juru taktik asal Brasil tersebut.

Meski begitu, dia tidak memungkiri timnya harus banyak berbenah. Catatan kartu merah menandakan timnya harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Marcos memastikan akan berupaya mengevaluasi situasi tersebut.

Dia menjelaskan, setelah pertandingan lawan Borneo FC telah berkomunikasi dengan semua pemain. Memberikan arahan agar elemen tim belajar dari pertandingan sebelumnya.

Mewanti-wanti kalau mendapatkan kartu merah di setiap laga akan jadi hal yang merugikan. ”Keberanian pemain untuk mengatasi perlawanan harus dilakukan dengan pertimbangan matang,” tambah dia.

Senada dengan Marcos, Matheus Blade berharap timnya bermain lebih maksimal di laga selanjutnya. Mempunyai pertimbangan matang saat mengambil keputusan di pertandingan. Salah perhitungan bisa merugikan di kompetisi yang selalu kompetitif. 

”Jika terlalu sering mendapat kartu, justru tim akan kesulitan tampil dengan maksimal,” ujarnya. Tapi, dia melihat, Bayu dan Guevara tidak berniat untuk mendapatkan kartu merah. Mereka hanya berjuang untuk tim. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #BRI Super League #Kartu merah #Mariano Peralta