Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Atlet Paralayang di Kota Batu Aktif Ikut Kejuaraan untuk Dongkrak Peringkat

Galih R Prasetyo • Selasa, 4 November 2025 | 17:55 WIB
HARUS BERTANDING: Naufal Hammam berhasil mendarat dalam sesi latihan di nomor paragliding beberapa waktu yang lalu.
HARUS BERTANDING: Naufal Hammam berhasil mendarat dalam sesi latihan di nomor paragliding beberapa waktu yang lalu.

BANYAK Atlet Paralayang Kota Batu yang ambil bagian dalam berbagai kejuaraan dunia tahun ini. Keikutsertaan mereka bukan tanpa alasan. Aktif ikut ajang internasional menjadi salah satu upaya untuk menambah perolehan poin. 

Atlet Paralayang Kota Batu Naufal Hammam menjelaskan, ranking atlet Indonesia di nomor paragliding mengalami penurunan pada 2020 lalu. Dari sebelumnya berada di peringkat dua sampai tiga, kini harus turun di urutan keempat. Karena hal itu, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) mendorong para atlet aktif ikut kejuaraan dunia.

”Saya dan teman-teman atlet dari Kota Batu tidak hanya satu kali mengikuti event (kejuaraan) di luar negeri,” katanya. Naufal mengikuti tiga kejuaraan besar. Seperti Paragliding Accuracy World Cup 2025 dan AFA Nation League 2025 di Thailand, kemudian event 13th World Paragliding Accuracy Championships di Turki.

Dia menjelaskan, upaya meningkatkan peringkat Indonesia tidak cukup hanya dengan aktif mengikuti kejuaraan. Para atlet juga harus mampu meraih prestasi di setiap ajang yang diikuti. Membawa pulang medali. Mulai dari perunggu hingga emas.

Selain punya efek positif ke peringkat negara, prestasi itu juga mendongkrak posisi atlet di ranking dunia. Semakin rajin atlet meraih medali, semakin naik posisi di klasemen. Ranking tersebut berguna untuk mengikuti kejuaraan internasional lainnya. 

Hanya saja, Naufal dan sejumlah atlet paralayang lain belum bisa banyak mengikuti ajang di luar negeri. Alasannya, karena terbentur biaya yang cukup mahal. ”Tidak sedikit yang harus menggunakan uang saku sendiri, sampai harus cari sponsor pribadi,” katanya. Dalam event Paralayang Dunia di Turki Oktober lalu misalnya, Naufal dan rekannya harus mencari alternatif pembiayaan. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#fasi #atlet #kejuaraan #perunggu