SURABAYA - Tiga poin memang gagal didapat Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu sore (22/11). Meski begitu, raihan satu poin di markas Tim Persebaya Surabaya itu tetap cemerlang. Sebab, itu mengulang capaian serupa yang terjadi pada 2019 silam. Saat itu, Singo Edan mampu menahan imbang Persebaya dengan skor 2-2 di turnamen Piala Presiden.
Di laga Sabtu sore, anak asuh Marcos Santos sebenarnya punya asa lebih dulu. Gol bunuh diri Dime Dimov pada menit ke-62 sempat membuat Arema FC unggul. Namun, Bruno Moreira pada menit ke-73 membuyarkan mimpi mendapat tiga poin di GBT.
Tekanan derby Jatim sudah terasa sejak Johan Ahmad Farizi dkk masuk ke lapangan. Mereka langsung mendapatkan sorakan dari suporter tuan rumah. Publik GBT sempat terdiam saat umpan silang Valdeci Moreira gagal diantisipasi dengan baik oleh Dime Dimov.
Bola malah melaju ke gawang yang dikawal Ernando Ari. Spirit kemenangan Singo Edan kemudian sirna dua menit setelahnya. Matheus Blade yang sudah mendapatkan kartu kuning melanggar Milos Raickovic pada menit 64. Tampil dengan 10 pemain, Arema FC sempat memilih bertahan.
Blunder pun terjadi pada menit ke-72. Umpan tak akurat dari Arkhan Fikri bisa dimanfaatkan Bruno Moreira. Selepas gol penyeimbang itu, Arema FC tetap tampil penuh determinasi. Kedua tim juga tampil lebih terbuka. Peluang emas sempat didapat Singo Edan lewat Ian Puleio pada menit tambahan. Sayangnya sepakannya masih melebar.
Seusai laga, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos merasa kecewa. Sebab, kesempatan meraih kemenangan harus sirna. ”Ini laga yang berat bagi kami, baik di pertandingan maupun atmosfernya,” kata dia. Namun, pelatih berusia 46 tahun itu tetap angkat topi terhadap effort anak asuhnya. Mereka mampu menahan gempuran Persebaya sampai akhir laga.
Sementara itu, Pelatih Kepala Persebaya Surabaya Eduardo Perez juga mengatakan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan. Dia menyebut bahwa skuadnya sebenarnya punya banyak peluang. ”Namun kami belum bisa meraih hasil terbaik,” kata dia.
Pria yang akrab disapa Edu itu juga meminta maaf kepada para penggemar yang datang. Dia sadar bahwa laga derby itu sangat penting bagi klubnya. ”Namun, saya melihat satu poin ini krusial untuk tim kembali lebih baik di pertandingan berikutnya,” tambah dia.
Hasil itu tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen BRI Super League. Arema FC tetap di urutan sembilan dengan koleksi 16 poin dari 12 pertandingan. Sementara Persebaya berada satu strip di atasnya dengan koleksi poin yang sama dari 11 laga. (zan/by)
Editor : Aditya Novrian