Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bayar Rp 175 Juta untuk Denda, Sanksi Kartu Penyumbang Terbanyak

Galih R Prasetyo • Minggu, 7 Desember 2025 | 16:38 WIB
HARUS BERBENAH: Para pemain Arema FC berdoa bersama sebelum memulai pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan. ADAM AHLAN Berusaha Jaga Chemistry selama Libur ALA Unggul FC Malang Adam Ahlan
HARUS BERBENAH: Para pemain Arema FC berdoa bersama sebelum memulai pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan. ADAM AHLAN Berusaha Jaga Chemistry selama Libur ALA Unggul FC Malang Adam Ahlan

MALANG KOTA – Harus mengeluarkan uang untuk membayar denda ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI masih Arema FC rasakan musim ini. Itu menyusul, Singo Edan sudah dijatuhi denda Rp 175 juta sampai kompetisi pekan ke-14. Jumlah denda itu berasal dari sanksi kartu merah dan kuning pemain, sampai melanggar regulasi.

Berdasar hasil sidang terbaru Komdis PSSI, Arema FC harus membayar denda Rp 60 juta. Itu terjadi akibat lima pemain dan satu official diganjar kartu kuning saat melawan Persija Jakarta. Sementara Julian Guevara juga harus didenda Rp 10 juta akibat menerima kartu merah langsung.

Denda tersebut dipastikan bakal lebih banyak didapatkan Singo Edan. Alasannya, hasil komisi disiplin dari laga melawan Persebaya Surabaya dan Malut United masih belum diumumkan. Seperti diketahui dari dua laga itu, Arema FC mendapatkan 11 kartu kuning dan satu kartu merah.

DAFTAR SANKSI DAN DENDA SINGO EDAN
DAFTAR SANKSI DAN DENDA SINGO EDAN

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, situasi tersebut bukan pertanda bagus. Itu karena, sanksi larangan bertanding tidak hanya berdampak ke kekuatan tim. Namun juga bisa berpengaruh ke financial klub saat terus terjadi.

”Ini menjadi catatan tersendiri karena cukup banyak terjadi sanksi (dan denda) musim ini,” katanya. Menurutnya, kebiasaan tim membayar denda dan mendapatkan sanksi harus dihentikan atau minimal dikurangi. Sanksi dan denda yang terus berulang bisa menghadirkan hal negatif.

Harapannya, seluruh elemen tim lebih disiplin dalam segala hal. Alasannya, penegakan pelanggaran di dalam dan luar pertandingan musim ini jauh lebih ketat. Contohnya, pemain tim sering mendapatkan kartu dari wasit ataupun dari peninjauan ulang lewat Video Assistant Referee (VAR).

”Pastinya kami akan terus mengadakan evaluasi agar situasi kurang bagus tidak terulang kembali,” jelas dia. Pria kerap disapa Inal itu menjabarkan, manajemen klub dan pemain selalu berdiskusi setelah ada insiden di pertandingan. Menurutnya, semua sama-sama berbenah dan  berusaha menjadi lebih baik bersama.

Senada dengan Yusrinal, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos ingin tim bisa terbebas dari sanksi dan denda. Menurutnya, tampil dengan kekuatan penuh bisa menjadi keuntungan untuk Singo Edan. ”Semakin banyak opsi pemain, akan membuat kami semakin kuat,” katanya.

Berdasar informasi yang digali wartawan koran ini, PSM Makassar menjadi tim dengan denda klub terbesar, yakni Rp 370 juta, disusul Persik Kediri Rp 260 juta dan Madura United FC Rp 200 juta. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #komdis #var #malang