MALANG UNITED resmi meluncurkan tim untuk kompetisi Liga 4 Regional Jawa Timur 2025/2026. Menariknya, mereka menggelar pengenalan skuad di panti asuhan dan panti jompo pada Jumat lalu (5/12). Tim berjuluk Black Horse itu mengunjungi panti asuhan anak yatim Al-Ishlah Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Dalam kunjungan tersebut, elemen tim Malang United melakukan doa bersama, berbincang-bincang dengan penghuni panti, dan makan bersama. Baru kemudian mengunjungi panti jompo. "Ini memang sudah menjadi tradisi kami setiap kali peluncuran tim,” ujar General Manager Malang United Tata Arya.
Dia menjelaskan, tradisi itu bukan sekedar acara ceremony saja. Sikap berempati kepada sesama manusia ingin ditanamkan kepada para pemain Malang United. Harapannya, dapat membuat elemen tim menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak punya sifat jemawa.
Menurutnya, menghadapi kompetisi Liga 4 Regional Jawa Timur tidak boleh hanya mengandalkan taktik saja. Melainkan juga mentalitas dan karakter yang kuat. Diyakini saat pemain punya kepribadian baik, performa mereka di lapangan secara otomatis juga akan positif.
Setelah acara di panti asuhan, para penggawa Malang United langsung berpindah ke Panti Jompo Al Islah. Mereka memberikan sejumlah santunan kepada penghuni panti dan menggelar doa bersama. Harapannya, perjalanan tim di kompetisi berjalan baik dan maksimal sesuai target.
Soal kekuatan tim musim ini, Pelatih Malang United Munhar memastikan sudah siap seratus persen berlaga di Liga 4 Regional Jatim. Black Horse mengandalkan kombinasi pemain muda sampai senior. “Selama tim solid dan saling percaya saya yakin tim ini bisa melangkah jauh,” katanya.
Setelah peluncuran tim, Malang United akan bersiap menghadapi Persekam Kabupaten Malang, Kediri United, dan Asifa FC. Laga pertama Malang United berlangsung pada 11 November mendatang melawan Persekam. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho