Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Para Juara SEA Games 2025 di Thailand Asal Malang Raya (2)

Mahmudan • Selasa, 30 Desember 2025 | 16:24 WIB
BERPRESTASI: Sasabilla Hadi Pamungkas memegang medali di sela berkompetisi di ajang SEA Games 2025 di Thailand, 20 Desember lalu.
BERPRESTASI: Sasabilla Hadi Pamungkas memegang medali di sela berkompetisi di ajang SEA Games 2025 di Thailand, 20 Desember lalu.

Tantangan Tersulit Adalah Menyeimbangkan Kualitas Makan dan Tidur

 

KOMBINASI kekuatan, kelenturan, dan keindahan gerak tubuh Salsabilla Hadi Pamungkas berhasil memikat gemuruh tepuk tangan penonton. Dibalut seragam gymnastics artistic berwarna hitam dan abu-abu, atlet muda asal Turen, Kabupaten Malang itu berhasil menampilkan delapan gerakan dengan indah di panggung SEA GAMES 2025.

Atas kemahirannya, dia menempati urusan tiga dari 11 negara Asia Tenggara. Mewakili Indonesia, Salsa membuka penampilannya dengan kombinasi tarian dan akrobatik di lantai. Lalu di atas tumpuan dua kaki, atlet muda itu berputar dua kali.

Pertunjukan makin memanas ketika Salsa berlari ke tengah arena dan mulai salto depan-belakang hingga melakukan putaran di udara.

Untuk menampilkan perpaduan senam dan tarian yang memukau itu, Salsa membutuhkan setahun persiapan. Tak hanya latihan harian, dia juga melatih mental dengan mengikuti banyak kejuaraan. “Selama satu tahun ini saya belum sempat kuliah offline,” ujar mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UM angkatan 2024 itu.

Salsa harus bisa membagi waktu latihan harian, kejuaraan, dan kuliahnya. Untungnya kampus memberi kelonggaran atlet kebanggaan Malang itu dengan kuliah daring. Namun masa-masa sibuk seperti Ujian Akhir Semester (UAS) sangat menguji kedisiplinan dan konsentrasinya.

Salsa dipercaya mewakili Indonesia di ajang SEA Games 2025 setelah memenangkan dua emas, satu perak, dan satu perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON). Kemenangan itu berlanjut pada November hingga Desember 2024 lalu dengan training center di Jepang.

Lalu pada Januari hingga Juli berlatih intens di Jakarta.Lokasi latihannya berpindah di Surabaya pada Agustus lalu.“Sempat ikut kompetisi di Mesir, lalu lanjut training center lagi di Qatar,” lanjut anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Selesai training di Qatar, Salsa menuju Thailand untuk ikut SEA Games 2025. Selama perlombaan, Salsa dan dua atlet perempuan lain tidak dibebani target juara.Peniadaan target itu lantaran tiga atlet perempuan yang mewakili Indonesia baru pertama kali ikut kejuaraan tingkat Asia Tenggara.

Padahal lawan mereka dari negara lain adalah atlet professional langganan SEA Games. Itu juga berpengaruh terhadap mental ketiga atlet, termasuk Salsa. Mereka sempat minder melihat penampilan lawannya.

Pelatih Salsa meyakinkan atletnya untuk percaya kepada kemampuan sendiri. Untuk itu tak ada target medali.Yang paling penting atletnya enjoy saat berkompetisi. “Waktu diumumkan kalau dapat juara tiga, rasanya kaget dan terharu,” lanjutnya.

Padahal empat bulan sebelum SEA Games, musik dan koreografi Salsa sempat diubah. Sebab pelatihnya ingin ada nuansa baru dari penampilan Salsa yang sudah sering ditunjukkan saat lomba sebelumnya. Jadi Salsa dan pelatih menggarap koreografi dan musik baru dalam waktu kurang satu minggu.

Pelatihan Salsa dijadwalkan lebih keras lagi. Ada dua sesi di pagi dan siang hari saat berlatih. Meningkatkan teknik senam, menari, dan akrobat, hingga mengoptimalkan kondisi fisiknya.“Karena gymnastics artistic itu termasuk seni, jadi bentuk tubuh juga harus dijaga,” lanjut Salsa.

Di tengah latihan yang padat dan jadwal kuliah yang penuh, dia harus bisa menyeimbangkan kualitas makan dan tidur. Itu tantangan paling sulit karena badannya harus konsisten dengan berat 49-50 kilogram dengan tinggi badan 155 sentimeter. (*/dan)

Editor : A. Nugroho
#SEA Games 2025 #malang #PON #FIK