Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ditekuk Persita, Arema FC Perpanjang Rekor Minor di Laga Kandang

Aditya Novrian • Rabu, 31 Desember 2025 | 02:33 WIB
Valdeci Moreira (kanan) berusaha melewati bek tengah Persita Tangerang Zalnandi (kiri) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa sore (30/12).
Valdeci Moreira (kanan) berusaha melewati bek tengah Persita Tangerang Zalnandi (kiri) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa sore (30/12).

KABUPATEN – Arema FC kembali gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Bermain melawan 10 pemain Persita Tangerang selama 21 menit, Singo Edan justru menelan kekalahan 0-1 lewat gol tunggal Aleksa Andrejic pada menit 90+1.

Padahal, Arema sempat membuka harapan sejak babak pertama. Dedik Setiawan mencetak gol melalui sundulan hasil sepak pojok. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena dinilai terjadi pelanggaran lebih dulu.

Keuntungan bagi Arema datang pada menit ke-69. Bek tengah Persita, Andrean Benyamin, diganjar kartu merah.

Situasi itu membuat tim tuan rumah tampil lebih agresif. Pelatih Arema FC Marcos Santos merespons dengan memasukkan tiga penyerang sekaligus, didukung dua gelandang. Total, Arema melepaskan 19 tembakan sepanjang laga.

Namun dominasi tersebut tak berbuah gol. Arema justru lengah saat terlalu asyik menyerang. Serangan balik cepat Persita berawal dari keberhasilan memutus alur serangan Muhammad Rafli. Aleksa Andrejic kemudian menuntaskan peluang dan memastikan kemenangan tim tamu.

Marcos tak menutupi kekecewaannya. Menurutnya, tim gagal memaksimalkan peluang di depan gawang.

“Kami punya modal bagus, tapi tidak bisa menyelesaikan peluang,” ujarnya.

Ia mengakui, kekalahan ini mengulang pola lama. Arema kembali kalah dari tim yang bermain dengan 10 pemain, seperti saat tumbang 1-2 dari Persib Bandung. Marcos menilai timnya belum mampu mengontrol tempo pertandingan dengan baik.

“Beberapa kali intensitas menurun dan itu dimanfaatkan lawan,” tambahnya.

Evaluasi akan difokuskan pada lini belakang dan penyelesaian akhir agar kejadian serupa tak terulang.

Di sisi lain, Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena menyebut laga berjalan ketat. Selain kehilangan Andrean Benyamin akibat kartu merah, Persita juga harus menarik Mario Jardel karena cedera. Ia menginstruksikan tim bermain lebih bertahan sambil mengandalkan serangan balik.

“Kami melihat celah karena Arema bermain dengan garis pertahanan tinggi,” katanya.

Kemenangan ini membuat Persita mencatat dua kemenangan beruntun dan naik ke posisi lima klasemen sementara dengan 25 poin.

Sebaliknya, Arema FC kian terpuruk di kandang. Mereka belum meraih satu pun kemenangan dalam enam laga home dan tertahan di peringkat ke-11 dengan 18 poin. (zan)

Editor : Aditya Novrian
#Arema FC #BRI Super League #persita