AKUATIK Kota Malang berpotensi kehilangan banyak perenang andalannya. Itu akibat, sejumlah atlet mendapatkan panggilan untuk gabung tim Jawa Timur dan Timnas Akuatik Indonesia. Sejumlah atlet juga berpotensi hijrah ke cabor lain.
Wakil Ketua Umum Akuatik Kota Malang Yosi Kurnia Hadi menjelaskan, saat ini sudah kehilangan beberapa atlet seusai penyelenggaraan Porprov IX Jatim 2025. Itu karena, sejumlah atlet harus fokus membela tim Jawa Timur untuk mengikuti pusat latihan daerah. Sementara perenang lain yang lebih berprestasi sudah aktif membela Indonesia di ajang internasional.
Selain itu, dia mengungkapkan ada beberapa atletnya yang pindah cabang olahraga lain. Seperti ke Triathlon dan Pentathlon. ”Mereka mencari peluang medali lebih besar, sehingga memutuskan untuk tidak melanjutkan di renang,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Yosi tidak terlalu khawatir. Dia memastikan, punya pengganti atlet yang keluar dengan mempromosikan perenang lapis kedua. Mereka memiliki atlet potensial dengan rentang usia 10 sampai 15 tahun.
Atlet tersebut rupanya memiliki pengalaman di berbagai kejuaraan. Salah satunya, pernah tampil di Porprov Jatim tahun ini. Ada pula yang sempat mendapatkan prestasi di ajang multi-cabor tersebut.
Menurutnya, atlet lapis kedua hanya perlu mematangkan mentalitas bertanding. Itu karena secara kemampuan tidak jauh berbeda dengan perenang andalan. ”Kami harus memperbanyak pertandingan agar mereka cepat mengejar ketertinggalan,” tambahnya.
Rencana tersebut sudah dilakukan selama enam bulan terakhir. Yosi mengungkapkan, pihaknya tetap tancap gas turun di banyak kejuaraan tahun depan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho