REGENERASI atlet menjadi pekerjaan rumah bagi Cricket Kota Batu. Sejumlah atlet terancam tidak lagi aktif bertanding setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA. Kondisi itu berdampak kepada ketersediaan atlet di cabor pada masa mendatang.
Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Batu Suyanto menjelaskan, banyak atlet yang memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar daerah. Sehingga sulit untuk mengikuti aktivitas latihan dan kompetisi dengan cabor. Keputusan itu juga membuat mereka sulit fokus di cricket.
”Dengan kesibukan tersebut banyak dari mereka yang memutuskan fokus ke kuliah,” katanya. Situasi serupa juga terjadi pada atlet yang langsung bekerja. Mereka memilih menjadi karyawan sampai mendaftar sebagai prajurit TNI.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar Cricket Kota Batu sebelum Porprov X Jatim 2027. Itu karena, olahraga tersebut belum dianggap sebagai profesi ideal. Minimnya kompetisi berjenjang juga membuat atlet berpikir ulang untuk serius di cricket.
Berangkat dari hal tersebut, Suyanto dan pengurus cabor akan berupaya menjaga regenerasi atlet supaya tidak semakin sedikit. Dia bakal memanfaatkan ekstrakurikuler SD dan SMP untuk menjaring atlet baru. Dari situ, akan meningkatkan aktivitas cabor dari latihan sampai mengikuti berbagai level kejuaraan.
”Kami berencana lebih sering mengikuti kejuaraan pelajar agar minat dan motivasi atlet semakin meningkat,” ujarnya. Menurutnya, prestasi menjadi faktor penting agar atlet mau bertahan lebih lama. Dengan begitu, pembinaan dapat berjalan berkesinambungan hingga level senior.
Selain itu, bonus atau hadiah prestasi juga bisa menjadi modal dalam menjalani kehidupan sebagai atlet. Saat ini atlet cricket kurang dari 15 orang. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian