Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Canda Tawa Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Akan Selalu Dirindukan

Galih R Prasetyo • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:45 WIB
REST IN PEACE: Almarhum Kuncoro melatih Arema FC jelang laga BRI Liga 1 melawan Semen Padang di Stadion Gajayana, tahun lalu.
REST IN PEACE: Almarhum Kuncoro melatih Arema FC jelang laga BRI Liga 1 melawan Semen Padang di Stadion Gajayana, tahun lalu.

KABUPATEN – Berpulangnya Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro membawa duka yang mendalam untuk para pemain Singo Edan. Elemen tim kehilangan sosok yang mengayomi dan sering menghadirkan suasana penuh canda. Dia memang bukan sosok pelatih seperti Pep Guardiola, atau Robert Rene Alberts yang hadirkan juara liga. Tapi kehadirannya akan selalu dirindukan.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi tidak menampik kehilangan sosok penting di tim. Menurutnya, kehadiran Kuncoro di staf kepelatihan tidak hanya dibutuhkan dari sisi pengalaman dan tactical. Lebih jauh, sering memberi warna di ruang ganti.

”Saat pemakaman, saya bertemu dengan para pemain, kami semua bakal kehilangan sosok yang humoris dan sering membuat orang tertawa saat di lapangan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Malang. Menurutnya, itu menjadi ciri khas Kuncoro mulai jadi pemain sampai pelatih Singo Edan. Kemampuannya menjaga mood pemain menjadi hal sangat penting. Khususnya saat hasil laga kurang bersahabat.

Gelandang Arema FC Arkhan Fikri juga merasakan hal serupa. Berdasar pengamatan wartawan koran ini, Arkhan merupakan sosok yang cukup dekat dengan Kuncoro sejak awal bergabung. Menurutnya, legenda hidup Singo Edan itu sering bercanda kepada semua pemain. Tidak hanya dengan pemain lokal, namun juga memberi keceriaan kepada legiun asing.

”Dia orang baik. Sosok yang sering menjadi pencair suasana di tim saat tegang,” ungkapnya. Pemain bernomor punggung delapan itu merasa sangat kehilangan figur pelatih yang kerap membantunya sampai ke level sekarang. Salah satu hal yang membuatnya nyaman dan betah berada di tim karena Kuncoro mampu membuat suasana kekeluargaan di Arema FC semakin kuat.

Sementara itu, Julian Guevara juga merasakan kehilangan sosok guru di Singo Edan. Selama tiga musim berkarier di Malang, dia belajar banyak dari Kuncoro. Baik itu dalam hal tactical, permainan individu sampai attitude terhadap rekan setim. ”Saya tidak akan pernah melupakan jasa dia,” katanya.

Meski belum bisa bertemu lebih lama, Guevara bakal mewarisi pengalaman tersebut untuk tampil lebih baik di atas lapangan. Dia berharap, bisa membawa Arema FC kembali ke papan atas seperti selalu diinginkan mantan pemain Persik Kediri itu. Pemain asal Colombia itu yakin, hal itu pasti membuat pemain yang membawa Singo Edan juara Galatama 1992/1993 tersenyum di sana.

Sementara itu, pemain senior Arema FC Dendi Santoso lewat unggahan story WhatsApp mengatakan, Kuncoro tidak hanya pelatih. Tapi sosok yang membuat tim guyup rukun. Selalu mengajaknya untuk yasinan sebelum menjalani pertandingan. (zan/gp)

Editor : Aditya Novrian
#Arema FC #Kabupaten Malang #Asisten Pelatih #Singo Edan