KEHILANGAN sejumlah atlet akibat batasan usia pada Porprov X Jatim 2027 mendatang tidak membuat Cabor Paralayang Kota Malang khawatir. Mereka akan memaksimalkan proses regenerasi atlet agar bisa tampil kompetitif. Pengurus cabor sudah punya dua skema untuk menyiapkan atlet baru.
Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Malang Samsul Hadi mengungkapkan, mereka saat ini kehilangan satu atlet putri karena sudah berusia di atas 23 tahun. Sementara untuk atlet yang punya jam terbang tinggi hanya tersisa satu atlet. Kondisi tersebut membuat mereka harus mencari sosok pengganti.
”Untuk jangka pendek kami akan mencari atlet dari daerah lain,” katanya. Menurutnya, perekrutan atlet putri cukup sulit membuat mereka harus mencari talenta dari kota dan kabupaten lain. Apalagi olahraga tersebut cukup mahal dari biaya latihan sampai pemenuhan peralatan.
Selain memanfaatkan mutasi atlet, pihaknya juga menyiapkan rencana jangka panjang. Mereka akan menjaring atlet dari Kota Malang yang berpotensi dibina jangka panjang. Salah satu fokusnya adalah mencari anak-anak dari mantan atlet paralayang yang berminat terjun ke cabang olahraga tersebut.
”Saat ini kami sudah memiliki dua atlet putra dan dua atlet putri untuk proyeksi Porprov 2029 mendatang,” katanya. Samsul menambahkan, pihaknya akan tetap menjalankan dua program tersebut. Sambil melihat perkembangan atlet mana yang paling siap untuk tampil di Porprov X Jatim 2025 di Surabaya. Targetnya mencapai prestasi yang lebih baik. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian