Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemain Arema FC Gustavo Franca Cepat Tune-in dengan Pemain Lama

Galih R Prasetyo • Kamis, 22 Januari 2026 | 10:22 WIB
ADAPTASI LANCAR: Gustavo Franca (kiri) melepaskan umpan dalam sesi latihan di Dream Football Pitch, kemarin.
ADAPTASI LANCAR: Gustavo Franca (kiri) melepaskan umpan dalam sesi latihan di Dream Football Pitch, kemarin.

KABUPATEN – Gelandang anyar Arema FC Gustavo Franca tidak menghadapi kendala untuk beradaptasi dengan skuad Singo Edan. Pemain asal Brasil itu merasa nyaman menjalani sesi latihan bersama tim dalam dua hari ini. Proses penyesuaian yang terbilang cepat itu membuatnya optimistis dapat menjalani laga perdana dengan baik pekan depan.

Berdasar pantauan wartawan koran ini, Franca kerap berinteraksi dengan Matheus Blade, Dalberto Luan Belo, Odivan Koerich, dan Gabriel Silva. Dia juga sering berbincang-bincang dan sesekali bercanda dengan Julian Guevara dalam latihan kemarin. Kesan positif itu membuatnya semakin termotivasi.

”Mereka menyambut kedatangan saya dengan hangat, itu langsung memberi kesan seperti bertemu kawan sendiri,” katanya. Dia mengungkapkan, punya alasan bisa cepat akrab dengan hampir semua penggawa asing Singo Edan. Pertama, pernah berjumpa sebagai lawan dengan pemain Singo Edan saat berseragam Persija Jakarta.

Itu terjadi dua kali, pada laga uji coba pra musim akhir Juli 2025. Setelah itu, dia dan pemain Persija bertandang ke markas Arema FC pada pekan ke-12 BRI Super League. Sementara untuk Gabriel, pernah berjumpa saat bermain di Liga Brasil.

Pada waktu itu Franca dan Gabriel sama-sama bermain untuk tim Serie A Brasil pada musim 2016/2017. Pemain berusia 27 tahun itu bermain dengan Corinthians, sementara Gabi-sapaan akrab-Gabriel Silva- berseragam Flamengo. Dari situ keduanya sempat bertukar sapa dan akhirnya kembali bertemu sebagai rekan setim.

Menurutnya, keakraban dengan pemain tim sangat dibutuhkan untuk meningkatkan performa Arema FC. Itu karena, chemistry antar rekan setim bisa terbangun saat memahami karakter dan sering berinteraksi satu sama lain. ”Kami masih saling mengenal satu sama lain. Saya percaya bisa semakin dekat dengan teman-teman lain ke depannya,” tambah dia.

Menurutnya, tidak hanya penggawa asing saja yang membuka diri untuk berkenalan dengannya. Namun juga pemain lokal, khususnya figur senior yang sering membantu proses adaptasi di Malang. Memberinya banyak informasi tentang tim. (zan/gp)

Editor : Aditya Novrian
#Arema FC #Kabupaten Malang #Singo Edan