MALANG KOTA- Cedera yang dialami center back (CB) Luiz Gustavo membuat tim pelatih dan manajemen Arema FC harus putar otak. Itu menyusul, pemain asal Brasil itu dipastikan absen sampai akhir kompetisi. Singo Edan mempunyai beberapa opsi untuk menambal lini belakang mereka.
Salah satunya, dengan memanggil pulang Thales Lira. Center back Arema FC di BRI Liga 1 2024/2025 itu bergabung ke Persija Jakarta musim ini dengan status pinjaman. Alhasil, terbuka untuk manajemen Singo Edan dan Macan Kemayoran melakukan negosiasi ulang.
General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, ada beragam opsi yang dimiliki klub untuk mencari pemain mengisi sektor jantung pertahanan. Menurutnya, peluang Thales bergabung dengan Singo Edan pada putaran kedua kompetisi ada. Tapi, klub tidak mau tergesa-gesa.
Alasannya, setiap keputusan yang diambil perlu dipikirkan dengan matang. Tujuannya, supaya proses perekrutan maksimal dan tim dapat manfaatnya. ”Opsi mengembalikan Thales mungkin akan kami aktifkan jika berada di detik-detik terakhir bursa transfer,” katanya.
Dia tidak menampik pemain tersebut mampu menunjukkan performa baik musim lalu. Jadi salah satu pilar lini belakang Singo Edan musim lalu. Tapi, klub memang perlu berdiskusi dengan tim pelatih.
Arema FC berusaha memenuhi kebutuhan tim pelatih. Artinya mendatangkan pemain sesuai strategi Marcos Santos. ”Itu demi tim bermain maksimal (saat putaran kedua). Terlepas itu, sepertinya Thales masih dibutuhkan Persija,” paparnya.
Lantas, bagaimana rencana Arema FC memenuhi kebutuhan lini belakangnya? Pria yang akrab disapa Inal itu menjelaskan, slot pemain asing untuk mengisi posisi Gustavo berpotensi pemain baru. Saat ini, manajemen masih mencari sosok yang tepat. Kesempatan itu diyakini masih terbuka. Itu menyusul, bursa transfer pemain berakhir 10 Februari mendatang.
Soal pemain yang kemungkinan akan direkrut, Inal masih enggan buka suara. Menurutnya, pemain tersebut bakal segera diumumkan apabila sudah mencapai kesepakatan dua belah pihak. Kemungkinan besar, sosok tersebut baru pertama kali merasakan atmosfer Indonesia. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian