MALANG KOTA- Bergabungnya Gianluca Claudio Pandeynuwu membuat opsi penjaga gawang di skuad Arema FC bertambah banyak. Singo Edan punya empat kiper yang bisa dimainkan. Selain Gianluca, Arema FC memiliki Lucas Frigeri, Adi Satryo, dan Andrian Casvari.
Situasi itu berpotensi mendorong persaingan bermain para kiper semakin ketat. Terlebih dari empat kiper tersedia, umumnya yang masuk daftar susunan pemain (DSP) umumnya dua orang. Seperti halnya dengan Frigeri, Adi, dan Andrian, Gianluca punya kemampuan mengisi pos bawah mistar Singo Edan. Pemain berusia 28 tahun itu, punya pengalaman mengisi pos penjaga gawang Persis Solo dan Borneo FC.
Meski pada putaran pertama lalu jarang tampil dengan Persis, dia sudah mencatatkan 20 clean sheets selama berkarier di Liga 1. Salah satu puncak penampilannya di kompetisi terjadi pada musim 2021/2022. Dia jadi pilihan utama Borneo FC, tampil 23 kali, kebobolan 22 gol, dan catat 7 nirbobol.
General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, bergabungnya Gianluca didasari hasil evaluasi. Tim pelatih melihat perlu menambah kekuatan di sektor penjaga gawang. Mantan pemain Persis itu dilihat sesuai kriteria Singo Edan. Punya jam terbang tinggi di kompetisi kasta teratas, miliki kemampuan teknis.
”Semoga dia bisa memperkuat (menambah kekuatan) lini pertahanan Arema FC,” katanya. Menurutnya, Gianluca tidak bergabung dengan status pinjaman dari Persis. Arema FC mengontraknya secara permanen setelah kerja sama sang pemain dengan Persis selesai.
Proses perekrutan Gianluca tidak berlangsung lama. Ada keinginan kedua belah pihak untuk menjalin kerja sama. Alhasil, komunikasi antara manajemen Arema FC dan Persis Solo berjalan tanpa hambatan.
Terkait persaingan bermain pos di bawah mistar yang semakin ketat, manajemen Arema FC tidak mempermasalahkan. Harapannya, masing-masing pemain menunjukkan kemampuan terbaik. Baik itu di latihan dan juga pertandingan.
”Kami berharap persaingan positif itu menghadirkan performa kiper yang semakin baik,” kata pria asal Bogor itu. Artinya para penjaga gawang berusaha menghadirkan kontribusi maksimal untuk tim. Menurutnya, persaingan seperti itu merupakan hal normal di kompetisi.
Dia melihat para penjaga gawang Arema FC sering merasakan hal tersebut. Selama di Persis, Gianluca bersaing dengan Muhammad Riyandi.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengatakan, peluang bermain semua pemain sama. Satu hal yang membedakan siapa yang bermain dan tidak adalah performa. Artinya tim pelatih akan memilih skuad terbaik. ”Mereka (pemain) harus menunjukkan kemampuan dan kontribusi untuk tim,” paparnya. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian