Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hobi Olahraga Lari? Intip Tahap Pemanasan yang Sering Dilakukan Para Pelari Profesional Bagi Kamu yang Pemula

Aditya Novrian • Jumat, 30 Januari 2026 | 16:05 WIB
PROTOKOL WAJIB: Cara pelari profesional memanaskan otot kaki mereka sebelum melakukan olahraga lari. (Freepik)
PROTOKOL WAJIB: Cara pelari profesional memanaskan otot kaki mereka sebelum melakukan olahraga lari. (Freepik)

RADAR MALANG - Sebagai seseorang yang masih pemula dalam berolahraga lari tentu kalian masih sering melewatkan protokol pemanasan, padahal kegiatan ini sangat krusial bagi kamu yang ingin berolahraga lari. Oleh karena itu tepat bagi kalian yang menemukan artikel ini yang membahas rahasia atlet pelari profesional untuk mempersiapkan tubuh mereka untuk olahraga lari. 

Sebelum melakukan olahraga lari, para atlit profesional memulai rangkaian pemanasan dengan berlari kecil atau lebih sering disebut sebagai easy jog sejauh 800 meter. Tahapan ini berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh dan aliran darah ke otot-otot tubuh secara bertahap. 

Selain itu easy jogging ini juga bermanfaat menyiapkan sistem kardiovaskular sebelum aktivitas inti. Setelahnya tubuh sudah siap untuk tahapan peregangan dan penguatan yang lebih spesifik seperti peregangan dinamis atau senam lantai. 

Peregangan dinamis atau senam lantai khususnya untuk otot-otot kaki seperti otot paha depan, belakang, dan betis yang sering aktif ketika melakukan olahraga lari. Perlu digaris bawahi jika peregangan dinamis berbeda dengan peregangan statis karena dilakukan dengan gerakan aktif yang meniru rangkaian lari. 

Setelah kalian melakukan peregangan dinamis, maka langkah selanjutnya adalah ABC Drill, gerakan ini dilakukan selama sekitar 15-20 menit. Gerakan ABC Drill meliputi gerakan seperti high kneesbutt kicks, dan skipping yang berfokus pada teknik, sinkronisasi gerakan dengan otak, hingga penguatan otot penstabil. 

Tahapan ABC Drill dilakukan untuk mengaktifkan pola gerak yang spesifik dan mengoptimalkan langkah lari agar tidak mudah capek. Protokol ini tentunya berlaku secara universal baik untuk lari joging, interval, maupun sprint. Setelah kamu melakukan sesi pemanasan tersebut maka kegiatan olahraga lari akan jauh lebih mudah. 

Kegiatan olahraga lari sebaiknya juga ditutup dengan pendinginan, seperti lakukan cooldown dengan jogging ringan atau jalan kaki sejauh 800 meter kembali. Pendinginan memperlambat detak jantung dan mengurangi penumpukan asam laktat. Dengan menggunakan skema pemanasan dan pendinginan yang tepat lari menjadi lebih nyaman, aman, dan berhasil dalam jangka panjang.

Penulis: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#olahraga lari #pemanasan #atlet lari #Tips