MALANG KOTA – Laga Arema FC melawan Persija Jakarta Minggu lalu (8/2) menciptakan rekor penonton. Terdapat 56.989 suporter yang menyaksikan laga big match itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Berdasar data di website resmi operator kompetisi I League, itu jadi kehadiran penonton tertinggi sampai pekan ke-20 BRI Super League.
Laga BRI Super League dengan jumlah penonton tertinggi kedua di Stadion adalah duel antara Persija Jakarta melawan PSIM Jogjakarta. Pada pertandingan tersebut tercatat ada 56.150 penonton yang hadir di Stadion SUGBK.
Sementara pertandingan Macan Kemayoran kontra Persebaya Surabaya dan Persib Bandung berada di urutan ketiga dan keempat. Diikuti Derby Jawa Timur antara Persebaya melawan Arema FC di urutan kelima.
Antusiasme tinggi laga Arema FC melawan Persija tidak lepas dari dukungan kedua belah suporter yang hadir di stadion. Aremania dan The Jakmania berbagi tribun sekaligus reuni. Kedua suporter harmonis sampai akhir laga, meski tuan rumah harus merasakan kekalahan.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengatakan, atmosfer laga besar begitu terasa. Itu karena, pertandingan tersebut disaksikan lebih dari 50 ribu penonton. ”Kami senang mendapatkan dukungan (langsung) dari Aremania yang datang ke Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran hampir empat ribu Aremania tidak hanya meningkatkan moral tim. Lebih jauh, memberi kebahagiaan bagi para suporter. Sebab, mereka dapat menyaksikan tim kesayangan meraih kemenangan di kandang lawan.
Bagi nakhoda berusia 46 tahun itu, antusiasme tinggi Aremania saat bertandang merupakan tanda positif. Dia melihat, menjadi gambaran pemain ke-12 berusaha bangkit setelah tragedi pada tahun 2022 lalu. Marcos menyebut, suporter Singo Edan harus kembali tersenyum saat berada di stadion.
Berangkat dari hal tersebut, dia dan tim akan berusaha untuk menjaga hasil positif di laga tandang. Menurutnya, semakin sering meraih kemenangan, Aremania yang datang juga akan semakin bahagia. ”Kami harus memberikan penampilan terbaik kepada mereka agar tidak pulang dengan kekecewaan,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho