BERPULANGNYA Azfar Burhan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Unggul FC Malang. Meski kebersamaannya bersama tim belum genap satu musim, para penggawa merasa sangat kehilangan sosok yang dikenal pekerja keras saat menjalani latihan. Di luar lapangan, penjaga gawang berusia 25 tahun itu dikenal sebagai pribadi yang ramah.
Pelatih Kiper Unggul FC Malang Hendy Romadhon memandang, almarhum memiliki keinginan kuat dalam belajar. Dia selalu memperhatikan apa yang harus ditingkatkan agar bisa tampil dengan maksimal. Azfar juga bisa bangkit saat dirinya bermain dalam kondisi buruk.
”Setelah sempat melakukan kesalahan di Super Cup 2025, dia berusaha memperbaiki penampilannya sampai akhirnya bisa konsisten saat mendapat kesempatan bermain,” katanya. Dia berharap semangat Azfar dalam bertanding dapat menular kepada rekan-rekannya. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi cara terbaik untuk membahagiakan almarhum.
Di tempat terpisah, Wellington Pereira sangat terkejut dengan meninggalnya Azfar. Dia mengenal almarhum sebagai orang yang ramah dan punya keinginan tinggi dalam menekuni dunia futsal. Dia juga mengetahui rekan setimnya itu merupakan orang yang sangat dekat dengan keluarganya.
”Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Azfar dapat beristirahat dengan tenang,” katanya. Dia berharap keluarga almarhum diberi kekuatan untuk melewati cobaan tersebut. Terlebih lagi, kepergiannya terjadi secara mendadak seusai melakukan perjalanan dari kampung halaman menuju Terminal Bangkalan.
Senada dengan Wellington, Manajer Unggul FC Malang Usa Laksono mengungkapkan Azfar pergi dengan membawa dedikasi yang tinggi. Dirinya memiliki cita-cita tinggi untuk membantu Unggul FC meraih trofi. ”Perjuangannya selama membela Unggul FC layak dikenang. Semoga almarhum diberikan tempat paling indah di sisi-Nya,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho