RADAR MALANG - Posisi Arsenal sebagai pemuncak klasemen Premier League memang belum tergoyahkan. Skuad asuhan Mikel Arteta ini masih mengumpulkan poin terbanyak liga hingga pekan ke-26.
Hanya saja, perburuan juara kian ketat. Manchester City makin mengancam di posisi kedua. Apalagi, dini hari tadi (13/2), The Gunners tak mampu meraih poin maksimal usai ditahan imbang tuan rumah Brentford, 1-1.
Kendati demikian, usai pertandingan, Arteta tetap menunjukkan optimisme dalam mengejar gelar juara EPL musim ini.
Arteta tak terlalu memusingkan mendekatnya poin City. Dia justru meminta anak asuhnya untuk fokus dan mampu meraih hasil maksimal di tiap laga.
"Seperti yang saya sampaikan dua-tiga minggu lalu. Kami harus melakukan tugas kami di setiap pertandingan dan kami harus berupaya sebaik tim lainnya. Dan kamu tahu bertapa sulitnya karena harus berusaha yang terbaik dan berharap ada keberuntungan di tiap pertandingan untuk mendapat tiga poin," bebernya saat diwawancara TNT Sports.
Arteta mengakui bahwa di awal pertandingan, timnya sempat keteteran. Viktor Gyokeres dkk tampak justru terbawa arus permainan lawan.
Namun menurutnya, hal ini memang biasa terjadi. "Kami memulai dengan kurang baik, namun 15 menit berjalan, kami mulai mendominasi lagi," ungkapnya.
Menilik statistik pertandingan, Arsenal sebenarnya memang masih menguasai permainan. Statistik menunjukkan mereka mampu menguasai bola 60:40 dibanding lawannya. Namun Brentford justru tampil lebih efektif.
Serangan mereka banyak menghasilkan peluang. Total Brentford mampu menorehkan 11 tembakan dengan 3 di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Arsenal hanya mencatatkan 7 tembakan dan 2 yang mengarah ke gawang.
Skema permainan Brentford yang cenderung direct tampak menyulitkan Arsenal. Berkali-kali Igor Thiago, striker Brentford mengancam setelah menerima umpan panjang langsung ke lini pertahanan Arsenal.
Penyerang asal Brasil yang sudah mencetak 17 gol ini seolah tahu kelemahan bek-bek Arsenal yang kerap menerapkan garis pertahanan yang cukup tinggi.
Beruntung Mosquera dan Gabriel tampil cukup baik. Begitu pun kiper David Raya yang beberapa kali pontang-panting menggagalkan serbuan penyerang-penyerang Brentford.
Kecolongan Lewat Lemparan ke Dalam
Unggul lebih dulu pada menit ke-61 melalui gol Noni Madueke, Arsenal tampaknya sedikit ceroboh. Meski kerap dijuluki tim "Set Piece FC" gara-gara sering mencetak gol via eksekusi tendangan bebas atau sudut, kali ini mereka justru dihukum dengan cara yang sama.
Hanya 10 menit berselang, Brentford mendapat lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Arsenal.
Michael Kayode mengambil lemparan tersebut. Bek kanan yang diincar Manchester United dan Liverpool ini memilih melakukan lemparan panjang langsung ke arah kotak penalti. Wusssh! Bola meluncur deras dan sempat mengenai kepala Sepp van Den Berg yang meneruskannya ke tiang jauh. Sebelum akhirnya disundul Keane Lewis-Potter yang lolos dari pengawalan Martin Odegaard. 1-1.
Skor tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Meski Arsenal melancarkan sejumlah serangan, mereka tak mampu membobol gawang Brentford. Termasuk peluang emas Martinelli di akhir laga yang hanya tinggal berhadapan satu lawan satu melawan kiper Brentford, Caoimhin Kelleher.
Dengan hasil ini, Arsenal hanya menambah satu poin, menjadi 57 poin. Sementara Man City di belakangnya sudah mengumpulkan 53 poin usai kemenangan 3-0 melawan Fulham sehari sebelumnya (12/2). Menyusul berikutnya Aston Villa dengan 50 poin dan Manchester United di urutan keempat dengan 45 poin. (rm)
Editor : A. Nugroho