RADAR MALANG - Keberhasilan Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Kabupaten Malang finish di urutan keempat Kejurprov Jatim diraih di tengah keterbatasan kekuatan. Tim harus bertanding dengan amunisi yang minim karena beberapa atlet yang diproyeksikan ikut kejuaraan berlaga di ajang lain. Meski begitu, tujuh atlet yang tampil meraih 14 medali emas, tujuh perak, dan dua perunggu.
Wakil Ketua MPI Kabupaten Malang Dynar Putra Hidayatullah menjelaskan, sejatinya tim akan memberangkatkan 12 atlet. Namun, sebagian atlet terpaksa membatalkan keikutsertaan di Kejurprov karena harus mengikuti Malang Swim Series 2026. Dua penyelenggaraan kejuaraan itu berbarengan pada 12–15 Februari.
”Kami juga kehilangan satu atlet karena masih dalam proses mutasi, sehingga hanya tujuh atlet saja yang berangkat,” ungkap dia. Langkah mereka dalam mendulang banyak medali juga terhambat saat perlombaan berlangsung. Itu menyusul, jadwal pertandingan harus diundur sampai malam hari.
Faktor keamanan sempat membuat Dynar ingin tidak melanjutkan kejuaraan tersebut. Namun, karena perhitungan poin tetap berjalan akhirnya atlet Kabupaten Malang tetap berlaga sampai tuntas. Dia menjelaskan, demi bisa mendapatkan banyak medali, setiap atlet harus turun di empat sampai enam kategori kejuaraan secara langsung.
Meski turun di tengah keterbatasan, Dynar bersyukur dengan hasil yang diraih para atlet. Mampu tampil gigih di beberapa kategori. Seperti Laserrun dan Team Relay. ”Nomor lain seperti Biathle dan Triathle juga kami berhasil mendulang medali,” katanya.
Dynar percaya, performa atlet yang turun di Kejurprov Jatim 2026 bisa menjadi pelecut untuk tampil di ajang lebih baik di kejuaraan lain. Untuk mengantisipasi situasi serupa, akan melakukan penjaringan atlet. (zan/gp)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian