TIDAK butuh waktu lama untuk Walisson Maia jadi pilihan utama di jantung pertahanan Singo Edan. Sejak bergabung, dia langsung masuk starting eleven. Total sudah bermain dalam tiga pertandingan Arema FC di BRI Super League.
Laga debutnya saat Singo Edan melawan Persija Jakarta. Setelah itu bermain dalam pertandingan menghadapi Semen Padang dan Madura United, Sabtu lalu (21/2). Selama waktu itu, dia mencatatkan performa yang bagus bersama dengan Hansamu Yama di pos center back.
Maia membantu Arema FC mencatatkan dua kali nirbobol. Lalu, membantu tim meraih tujuh poin. Perinciannya, meraih dua kemenangan beruntun dan satu hasil imbang.
Lantas, apa rahasia Maia bisa langsung tune-in dengan skema permainan Singo Edan? Pemain asal Brasil itu mengatakan, dia cepat beradaptasi karena dukungan dari orang sekitar. ”Saya membawa keluarga saya ke Malang. Mereka memberikan dukungan yang membuat proses penyesuaian berjalan cepat,” katanya.
Menurutnya, kehadiran keluarga membuat dirinya merasa nyaman. Itu menyusul, Maia tidak merasa kesepian saat dekat orang-orang terkasih. Apalagi mereka selalu memberikan dukungan maksimal kepadanya. Seperti datang ke Stadion Kanjuruhan saat Arema FC bermain home.
Pemain berusia 35 tahun itu mengatakan, selalu memboyong keluarganya selama berkarier. Baik itu saat bermain di beberapa klub Brasil atau di luar negara tersebut.
Selain faktor keluarga, proses adaptasi Maia juga ditunjang Pelatih Kepala Marcos Santos. Baginya, sosok tersebut bukan orang baru di karier sepak bolanya. Sempat bekerja sama saat Marcos masih menangani salah satu klub di Brasil. ”Saya mengenal pelatih selama enam tahun saat di Coritiba,” katanya. (zan/gp)
Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela
Baca Juga: Ketua MPR Sebut Langkah RI Gabung BoP Perkuat Upaya Perdamaian Palestina
Editor : Aditya Novrian