RADAR MALANG - Kejutan datang di babak playoff Liga Champions UEFA dini hari tadi (25/2). Ketika tim-tim unggulan lain lolos, Inter Milan justru keok dan harus mengakui keunggulan Bodo/Glimt. Bahkan, sulit dipercaya mereka harus takluk 1-2 saat menjamu klub Norwegia itu di San Siro, Milan, kandang bersejarahnya.
Meski kalah 3-1 pada pertemuan pertama, 19 Februari lalu, banyak pengamat menilai Il Nerazzurri akan bangkit. Mereka yakin karena kualitas dan kedalaman skuad finalis Liga Champions musim lalu itu yang sangat bagus. Pemain seperti Lautaro Martinez atau Nicolo Barella mampu membalikkan keadaan bila dibutuhkan.
Sayangnya, dua pemain kunci tersebut tak bisa menolong Inter. Lautaro cedera dan tidak ikut dalam pertandingan ini. Sementara Barella, sang metronom tampil di bawah form terbaiknya.
Apalagi saat tampil menyerang dan menerapkan garis pertahanan tinggi, lini belakang Inter seperti tak terkoordinir dengan baik. Mereka kerap kerepotan menghadapi counter attack Bodo/Glimt yang mengandalkan umpan-umpan langsung ke kotak penalti.
Hasilnya, Jens Hauge mampu mencetak gol lebih dulu di menit 58. Mereka bahkan menjauh usai Hakon Evjen menggandakan keunggulan dengan gol cantiknya usai menerima umpan silang Jens Hauge pada menit 72.
Sempat memperkecil keunggulan lewat gol Bastoni (76'), Inter yang menguasai 70 persen penguasaan bola dan melepaskan 33 tembakan gagal memenuhi ekspektasi penggemarnya untuk lolos atau setidaknya tidak kalah di kandang.
Bisa Fokus di Serie A
Degradasi penampilan Inter Milan ini disinyalir karena mereka nyaris tidak melakukan banyak perubahan usai menjadi finalis melawan PSG pada pertengahan 2025 lalu. Tak banyak pemain bintang yang didatangkan. Sementara pemain kunci Inter semakin menua dan para pemain muda yang diberi kepercayaan belum mampu menjawab tantangan.
Dengan kekalahan ini, Inter bisa semakin fokus ke Liga Italia. Dimana di Serie A, sang Ular Besar masih digdaya di puncak klasemen dengan poin 64. Unggul 10 poin dari pesaing terdekat sekaligus rival sekotanya, AC Milan. (rm)
Editor : A. Nugroho