Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Benteng Pertahanan Lebih Solid, Jumlah Kebobolan Awal Putaran Kedua Menurun

Galih R Prasetyo • Rabu, 25 Februari 2026 | 09:22 WIB

TANGGUH: Gelandang Arema FC Matheus Blade (kanan) mengawal ketat penyerang Madura United Lulinha dalam laga BRI Super League pekan ke-22, beberapa waktu lalu.
TANGGUH: Gelandang Arema FC Matheus Blade (kanan) mengawal ketat penyerang Madura United Lulinha dalam laga BRI Super League pekan ke-22, beberapa waktu lalu.

KABUPATEN - Meski catatan clean sheet terputus, pertahanan Arema FC tetap tampil solid sepanjang laga awal putaran kedua. Dari lima pertandingan BRI Super League, kemasukan empat gol. Kebobolan saat melawan Dewa United dan Madura United, nirbobol saat hadapi Persijap, Persija, dan Semen Padang.

Jumlah kebobolan tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan awal putaran kedua musim lalu. Pada lima laga awal Liga 1 2024/2025 putaran kedua, gawang Singo Edan kebobolan sembilan gol. Saat itu Julian Guevara cs hanya clean sheet saat melawan Bali United (selengkapnya baca grafis).

Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos melihat, capaian tersebut jadi modal yang bagus ke depan. Menurutnya, Singo Edan telah melakukan banyak eksperimen untuk mencari komposisi lini belakang yang ideal. ”Kami selalu mencari pemain yang pas untuk setiap sektor, termasuk belakang. Menurut saya, komposisi sekarang lebih stabil,” katanya.

Kombinasi Hansamu Yama dan Walisson Maia sebagai center back utama mampu meredam berbagai skema serangan lawan. Meski keduanya baru datang saat pertengahan musim, chemistry dan jam terbang bermain mereka membuat lini pertahanan solid dan lebih terorganisasi. 

Menurutnya, sektor fullback, gelandang dan kiper juga perlu diberikan apresiasi terkait capaian pertahanan tim. Adi Satryo tampil baik selama bermain. Rio Fahmi dan Leo Guntara hadirkan kontribusi signifikan. Johan Ahmat Farizi dan Ikhsan Lestaluhu tampil kompetitif.  Matheus Blade dan Betinho jadi filter serangan lawan.

Juru taktik berkebangsaan Brasil itu menjabarkan, tim juga menghadirkan skema bertahan yang berbeda. Kemampuan pemain dalam bertahan tidak hanya secara individu atau man to man marking. Lebih jauh, penggawa tim juga dituntut untuk mampu bertahan secara zona.

Laga melawan Persija Jakarta menjadi contohnya. Pemain Singo Edan bermain sabar dan menunggu di area tim. Setelah itu, melakukan transisi cepat saat ada momentum mencetak gol.

Nakhoda berusia 46 tahun itu menjelaskan, tim tidak akan cepat puas dengan capaian tersebut. Masih ada ruang dalam diri pemain untuk terus ditingkatkan. ”Di laga terakhir (Madura United FC, kami kebobolan dari skema bola mati. Kami harus segera memperbaikinya agar tidak terulang kembali,” tambah dia.

Di tempat terpisah, Walisson Maia melihat, tim berkembang dengan baik saat bertahan. Tapi, performa itu masih bisa terus ditingkatkan. ”Saat kami terus berbenah, jumlah kemasukan akan semakin menurun,” tandasnya. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #Clean Sheet #Kabupaten Malang #Singo Edan