SAMARINDA- Arema FC dan Borneo FC sama-sama mengubah komposisi lini serang untuk hadapi putaran kedua kompetisi. Singo Edan mendatangkan Gabriel Silva, Joel Vinicius, dan Gustavo Franca untuk membuat daya gedor tim lebih bertaji. Sementara Pesut Etam, merekrut Marcos Astina, Kaio Nunes, Koldo Obieta, dan Mohammad Khanafi.
Perekrutan tersebut terbilang cukup sukses untuk kedua tim. Itu menyusul, amunisi baru mampu memberikan kontribusi gol dan assist. Gabi, Franca, dan Vinicius mencetak enam gol dan tiga assist. Sedangkan Nunes, Obieta, Astina, total mencetak dua gol dan dua assist.
Berangkat dari statistik itu, laga nanti malam akan menghadirkan persaingan yang ketat. Masing-masing pemain anyar ingin buktikan kualitas di laga big match. Sekaligus, menunjukkan bukan rekrutan yang flop.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos tidak kaget dengan performa positif rekrutan anyar kedua tim. Itu menyusul, masing-masing pemain melakukan penyesuaian dengan baik. ”Adaptasi mereka (pemain baru) sangat cepat, alhasil bisa memberikan kontribusi gol dan assist untuk tim,” ujar Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos.
Meski penggawa anyar Borneo FC tidak banyak mencetak gol, Marcos merasa anak asuhnya tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Itu karena, pemain-pemain anyar lawan mempunyai kualitas. Contohnya Koldo Obieta dan Kaio Nunes membuat serangan lawan berbeda dibandingkan putaran pertama.
Karena hal itu, dia mewanti-wanti Walisson Maia dan kawan-kawan untuk tidak lengah saat tim diserang. Pemain Borneo FC punya kemampuan berkreasi dan mencetak gol di area pertahanan lawan. ”Pemain baru mereka berbahaya, kami tidak boleh lengah dan harus berkonsentrasi penuh,” ungkap pelatih berkebangsaan Brasil itu.
Di tempat terpisah, winger Arema FC Gabriel Silva memastikan Singo Edan ingin menjaga tren positif. Dia percaya, modal tersebut bisa membantu Singo Edan menaklukkan Borneo FC yang berada di peringkat ketiga. ”Dengan semangat tersebut, saya yakin kami bisa membantu tim ini meraih kemenangan,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho