RADAR MALANG - Tim pelatih Unggul FC Malang melakukan berbagai cara untuk memaksimalkan performa pemain selama Ramadan. Salah satunya dengan mengganti jadwal latihan yang semula digelar sore hari menjadi malam hari. Langkah itu diambil setelah melihat data terkait kondisi tubuh penggawa tim setelah berbuka puasa.
Diklaim lebih maksimal saat beraktivitas fisik setelah berbuka dibandingkan pada waktu sore. Tubuh Ikshani Fajar dan kawan-kawan dilihat pelatih kehilangan banyak energi jelang berbuka. Itu membuat latihan kurang maksimal.
Asisten Pelatih Unggul FC Malang Agus Abdulrahman menjabarkan, Andre Brocanelo dan Ricardo Vilasboas punya pengalaman melatih saat bulan Ramadan. Mengetahui bagaimana pemain muslim yang berpuasa saat latihan. Berdasar pertimbangan-pertimbangan tersebut, diputuskan latihan Andres Dwi Persada cs akan dimulai pada pukul 20.00 WIB.
”Saat latihan di malam hari, energi pemain yang berpuasa sudah terisi dengan berbuka puasa. Mereka juga sudah menjalankan ibadah (salat tarawih),” ujarnya. Karena sudah tidak berpuasa, intensitas latihan yang diterapkan bisa tinggi. Durasi latihan satu jam setengah sampai dua jam tidak perlu diganti.
Selama latihan berlangsung, tim pelatih memberikan program fisik dan tactical. Kombinasi tersebut bertujuan untuk memaksimalkan performa elemen tim. Selain itu, menu latihan tersebut juga bagian persiapan sebelum hadapi Pro Futsal League (PFL).
Meski begitu, latihan malam hari masih belum menjadi program tetap. Tim pelatih masih perlu melihat perkembangan pemain selama satu pekan ini. ”Kalau mereka bisa menunjukkan performa sama baiknya (dengan hari biasa), kami bakal melanjutkan program ini sampai beberapa pekan mendatang,” tambah dia. (zan/gp)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian