SAMBIL menyelam minum air. Pepatah itu menggambarkan bagaimana Atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Malang Farrel Wijayanto menjalani Ramadan tahun ini. Dia memanfaatkan ibadah puasa untuk menurunkan berat badan.
Dia melihat, ada kesempatan besar menurunkan berat badan saat bulan Ramadan. Itu karena, dia bisa melakukan defisit kalori saat berpuasa. Lalu, dengan tetap berlatih secara normal membuat proses penurunan berat badan yang dilakukannya jadi tambah maksimal.
Mahasiswa Universitas Negeri Malang itu menjabarkan, dirinya saat ini mengalami overweight di angka 83 kilogram. Sementara, berat tanding yang ideal agar bisa mengikuti perlombaan pada April mendatang sekitar 78 kilogram. Dia melihat, upaya menurunkan berat badan sangat cocok dengan ibadah puasa.
”Keuntungannya saya bisa lebih cepat turun dibandingkan hari biasanya,” ungkap Mahasiswa jurusan Manajemen Pemasaran tersebut. Demi bisa memuluskan langkah tersebut, Farrel mengurangi karbohidrat saat berbuka atau sahur. Lalu, memperbanyak mengonsumsi jenis makanan mengandung banyak protein.
Dirinya juga memenuhi kebutuhan cairan. Itu dilakukan untuk menghindari dehidrasi saat menjalani latihan sore hari. ”Sekitar enam sampai tujuh liter dari berbuka sampai sahur. Saya juga mengonsumsi keratin untuk menambah daya tahan saat sesi gym,” katanya.
Meski berlatih sambil berpuasa, Farrel percaya performa akan tetap terjaga. Saat ini, dirinya sedang mempersiapkan kejuaraan Jatim Open 2026 pada April mendatang. Rencananya, akan turun di nomor lompat jauh dan lompat jangkit. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho