PROGRAM latihan fisik atlet dayung Kabupaten Malang selama bulan Ramadan mengalami penyesuaian. Durasi latihan yang sebelumnya mencapai empat jam, kini dipangkas menjadi dua jam. Meski begitu, intensitas latihan tetap dijaga seperti hari biasa.
Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Malang Erry Setyatmiko mengatakan, langkah tersebut diambil untuk menjaga performa atlet saat latihan. Menurutnya, pengurangan beban latihan justru bisa memengaruhi ritme kayuhan. Saat terlalu ringan, irama dalam melakukan manuver justru kurang maksimal.
”Kami harus menjaga konsistensi (intensitas) meski atlet dalam kondisi berpuasa,” katanya. Selain itu, dirinya melihat latihan yang menguras fisik tinggi dapat menjaga massa otot lengan yang sudah terbentuk. Mereka jadi tidak kaku lagi apabila sedang mengayuh di atas dayung.
Untuk menghindari potensi lemas dan cepat kelelahan saat berpuasa, Erry telah berkomunikasi dengan atlet mengenai asupan gizi yang perlu dikonsumsi. Seperti makan menu yang mengandung protein, serat sampai zat besi. Baginya, tiga jenis makanan tersebut menjadi fondasi energi atlet saat berlatih di bulan Ramadan.
Soal potensi dehidrasi, dia percaya anak asuhnya mampu menjaga asupan cairan. Dia mengungkapkan, atletnya berusaha memenuhi kebutuhan air setelah buka sampai sahur. Lalu, para atlet juga menambah multivitamin untuk meningkatkan tenaga saat menempa diri.
”Latihan teman-teman sejauh ini berjalan sesuai harapan pelatih. Tidak ada penurunan performa,” katanya. Dia menambahkan, latihan tersebut sebagai bagian persiapan menghadapi kejuaraan terdekat setelah hari raya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho