RADAR MALANG - Kapasitas pemain-pemain mahal Liverpool kembali dipertanyakan. Hal ini usai performa roller coaster yang ditunjukkan The Reds dini hari tadi (4/3). Usai menang dengan skor besar pekan lalu, performa mereka kembali anjlok. Bertandang ke Stadion Molineux, kandang Wolverhampton, Liverpool takluk dengan skor tipis 2-1.
Gol Andre di menit 90+4 menandai kejatuhan Liverpool dari peluang mereka merangsek ke papan atas klasemen Liga Inggris.
Padahal Wolves, lawan mereka kali ini adalah juru kunci klasemen. Namun determinasi dan daya juang pemain-pemain Wolves sukses membenamkan Virgil van Dijk dkk di laga ini.
Hasil ini pun mendapatkan respons tajam dari dua legenda Liverpool yang menyayangkan buyarnya peluang mereka meraih tiga poin di laga yang harusnya mudah dimenangkan.
Salah satunya datang dari Michael Owen. Mantan striker Liverpool ini mengatakan Wolves mencetak gol pertama yang sangat bagus lewat kaki Rodrigo Gomes. Namun di sisi lain, pertahanan Liverpool sangatlah memalukan.
"Van Dijk tampaknya sedikit lemah dan harusnya Konate bisa lebih terlibat," ujar mantan pemain Real Madrid ini.
Owen menambahkan, dalam situasi itu, baik van Dijk maupun Konate seharusnya bisa menghentikan pergerakan Tolu Arokodare dan Rodrigo Gomes. Namun menurutnya Konate seperti memberi terlalu banyak ruang. "Dia (Konate) memakai bahu. Mungkin dia takut kena penalti. Namun saya raya jika dia mau menjulurkan kakinya dan melakukan tekel, bola itu akan kena," ungkapnya.
Gol pertama Gomes sendiri sebenarnya terjadi dari skema yang sederhana. Menerima bila direct, Tolu Arokodare yang berdiri di antara van Dijk dan Konate mampu memenangkan bola. Bomber asal Nigeria bertinggi 1,97 meter itu lantas mengirimkan umpan daerah ke Gomes yang berlari dari belakang. Konate yang berusaha mengejar sebenarnya mampu mendekat. Namun, bang! Terlambat. Tendangan Gomes meluncur deras ke gawang Liverpool yang dikawal Alisson.
Dalam kesempatan ini, Owen juga menyoroti buruknya performa pemain Liverpool. Nama-nama sepertu Kerkez, Frimpong, Gakpo, hingga Salah dia singgung.
Menurutnya jelas, pemain-pemain tersebut tak bermain sebaik musim sebelumnya. "Jujur saya tak menyukai Kerkez. Dia bermain seperti orang gugup. Gakpo juga tak sebagus musim lalu. Salah juga hanya sepersepuluh musim sebelumnya," bebernya.
Sementara itu, Steven Gerrard, legenda Liverpool lain juga memberikan pendapatnya. Hanya saja, tak seperti Owen yang cukup pedas, Stevie G justru memuji performa Wolves. Menurutnya, semua elemen di Wolves punya semangat yang sama untuk menang. Determinasi, kecepatan, dan kengototan pemain mempertahankan setiap jengkal lapangan patut diacungi jempol. "Para pemain seperti rela menyerahkan nyawa saat menjaga garis pertahanan mereka," ujarnya.
Hal inilah yang lanjut Gerrard baka menentukan langkah Wolves ke depan. "Jika melihat gambaran besarnya, selalu ada harapan untuk mereka," bebernya.
Sementara itu diwawancarai usai laga, Arne Slot terlihat kecewa dengan kekalahan timnya. Dia pun menyoroti sejumlah kekalahan Liverpool di menit akhir pertandingan. "Apakah tadi kita kembali kalah dalam babak perpanjangan waktu? Ya berarti kita sudah kalah tiga kali dalam 22 pertandingan saat perpanjangan waktu," ujarnya.
Slot tampaknya secara tersirat ingin mengatakan konsentrasi dan kedisplinan pemainnya yang masih kurang selama 90 menit berjalan. Hasilnya mereka kerap kecolongan di menit-menit akhir.
Usai laga ini, kedua tim hanya punya libur dua hari. Jumat nanti (7/3), kedua tim bakal bertemu lagi di Molineux pada putaran kelima Piala FA. Apakah Liverpool mampu membalas? Atau Wolves yang kembali dapat mangsa mudah? (rm)
Editor : A. Nugroho