KABUPATEN- Bermain dengan rekan duet di lini tengah yang berbeda dalam setiap pertandingan tidak membuat Gustavo Franca kesulitan. Pemain asal Brasil itu mengklaim cepat menyesuaikan diri dengan komposisi gelandang yang kerap berubah. Sebagai informasi, komposisi lini tengah Singo Edan selalu berganti akibat ada penggawa tim yang cedera atau akumulasi kartu kuning.
Pada laga melawan Borneo FC, Arema FC tidak bisa memainkan Betinho Filho akibat mengalami cedera. Sedangkan dalam laga nanti malam Matheus Blade yang tidak bisa bermain. Pemain asal Brasil absen akibat menjalani sanksi kartu kuning.
Kepada Jawa Pos Radar Malang Franca bercerita, proses adaptasi cepat karena dua faktor. Pertama, tim pelatih punya cara membuat penggawa tim terus bermain maksimal. Kedua, hubungan antar penggawa tim di skuad Singo Edan kuat.
”Kami (para pemain Arema FC) semakin kompak, hal itu membuat kami mudah menjalankan instruksi (baru) yang diberikan pelatih saat latihan,” kata mantan pemain Persija Jakarta tersebut. Menurutnya, saat tim menjalankan skema permainan yang telah disiapkan akan mudah berkoordinasi dengan pemain lain di pertandingan. Itu menyusul, para pemain bisa saling menyesuaikan diri.
Selain itu, saat para pemain kompak membuat elemen tim bisa saling mendukung. Artinya dalam pertandingan bisa berkolaborasi membuat pertahanan dan proses menyerang berjalan maksimal.
Berangkat dari itu, dia siap menghadapi laga melawan Bali United nanti malam. Menurutya, semua hal telah dipersiapkan. Baik itu untuk mengantisipasi kekuatan lawan sampai memanfaatkan sisi lemah dari Serdadu Tridatu.
”Kami berharap, proses persiapan tim berbuah hasil maksimal,” kata pemain berusia 27 tahun itu. Baginya kemenangan di hadapan pendukung sendiri krusial. Itu menyusul, tambahan tiga poin bisa membuat posisi tim naik dari posisi 10 klasemen.
Sampai pekan ke-24 BRI Super League, Franca bermain enam pertandingan. Selama waktu itu, dia mencetak satu gol dan assist untuk Arema FC. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho