ATLET Taekwondo Kota Malang melakukan berbagai uji coba waktu latihan sebelum memaksimalkan program menempa diri saat Ramadan. Tujuannya, ingin melihat waktu yang paling ideal untuk berlatih. Hasilnya, setelah uji coba sepekan para atlet lebih baik saat berlatih setelah berbuka puasa.
Proses penyesuaian latihan tersebut dirasakan salah satu atlet Taekwondo Kota Malang, Mas Aryanda Berbudi. Awalnya dia berlatih waktu sore hari, tepatnya pukul empat sore. Namun, setelah beberapa hari mencoba, dirinya merasa kurang cocok. Karena berdampak ke kondisi tubuhnya yang cepat lemas.
”Karena tenaga saya dan teman-teman habis, akhirnya latihan digeser waktu malam,” ungkap atlet berusia 15 tahun tersebut. Dirinya memulai menempa diri dari pukul 20.00 sampai 22.00. Menurutnya, latihan dalam waktu itu membuat program menempa diri yang disiapkan pelatih bisa berjalan maksimal.
Menurutnya, setelah berbuka puasa energi kembali. Itu karena, sudah mengonsumsi makanan dan minuman saat berbuka. Alhasil, lebih bersemangat dalam berlatih selama dua jam. Meski durasi latihan cukup panjang, dirinya merasa tidak kelelahan.
Atlet yang akrab disapa Arya itu mengungkapkan, latihan saat berpuasa didominasi program latihan fisik. Hal itu bertujuan untuk menjaga performanya agar tidak drop seusai bulan Ramadan. Saat ini, dia mempersiapkan kejuaraan tingkat provinsi pada April mendatang.
Baca Juga: Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
Untuk bisa memaksimalkan performa saat latihan pada bulan Ramadan, dia berusaha mengonsumsi makanan yang tinggi protein dan serat saat berbuka dan sahur. Dirinya juga menjaga cairan tubuh dengan rutin meminum air putih dan elektrolit. ”Jadwal tidur saya juga harus tetap, maksimal pukul 11 malam harus sudah tidur,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian