KABUPATEN- Manajemen Arema FC pastikan memberi support penuh untuk proses pemulihan cedera Walisson Maia. Singo Edan bakal membantu pemain berkebangsaan Brasil itu agar bisa kembali bertanding di kompetisi. Rencananya, proses pemulihan pesepak bola berusia 34 tahun itu akan dilakukan di Indonesia.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, keputusan pemulihan Maia di Indonesia berdasar beberapa pertimbangan. Salah satunya, rekomendasi dari tim medis Singo Edan. Berdasar hasil pemeriksaan MRI sang pemain tak perlu naik meja operasi untuk pulih.
”Dia tidak perlu kembali (ke Brasil) dan akan menjalani pemulihan di Malang,” katanya. Inal memastikan, manajemen sudah berkomunikasi dengan Maia terkait hal tersebut. Pemain bernomor punggung 5 itu akan melakukan recovery di rumah sambil rutin melakukan check up di rumah sakit.
Yusrinal menjelaskan, pemulihan di Malang sejatinya bisa berjalan dengan maksimal. Itu karena, banyak rumah sakit yang menyediakan pemulihan pemain yang cedera. Selain itu, tim medis Singo Edan bisa langsung memantau proses pemulihan pemain.
Pria yang akrab disapa Inal itu menambahkan, keberadaan rekan-rekan sesama Brasil dapat menjadi support system untuk Maia. Dengan sering bercengkerama dengan Pablo Oliveira dan kawan-kawan, dia bisa semakin termotivasi untuk pulih. Terlepas dari itu, dia juga sudah membawa keluarganya di Malang.
Inal percaya kalau Maia punya peluang comeback sebelum musim kompetisi berakhir. Asalkan, mampu menjalani pemulihan dengan maksimal. ”Kami akan melihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa pekan ke depan,” tambah dia.
Di tempat terpisah, Walisson Maia mengungkapkan kondisinya saat ini sudah cukup baik. Dia saat ini bisa berjalan walaupun harus memakai alat bantu tongkat. ”Harapan saya bisa segera kembali (bermain) secepatnya,” ungkap stoper 34 tahun itu.
Sebagai informasi, Maia mencatatkan empat laga bersama Arema FC di kompetisi. Mulai melawan Persija Jakarta, Semen Padang, Madura United, dan Borneo FC. (zan/gp)
Disunting Kembal: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian