MALANG - Regulasi baru yang akan diterapkan di ajang Formula One (F1) memicu perdebatan di kalangan pembalap. Sejumlah driver menilai konsep mobil masa depan terlalu berfokus pada manajemen energi sehingga terasa mirip dengan balapan listrik seperti Formula E.
Juara dunia bertahan Max Verstappen termasuk yang paling vokal mengkritik perubahan tersebut. Pembalap Red Bull itu menilai arah regulasi membuat karakter balapan menjadi berbeda dari Formula 1 yang selama ini dikenal.
“Ini seperti Formula E yang ekstrem. Banyak hal yang terasa tidak alami untuk balapan,” ujar Verstappen dikutip dari RacingNews365.
Pendapat serupa juga disampaikan pembalap veteran Fernando Alonso. Juara dunia dua kali itu menilai beberapa perubahan pada mobil membuat tantangan berkendara terasa berbeda dibanding era sebelumnya.
“Di beberapa bagian lintasan rasanya sangat lambat. Bahkan mungkin koki tim bisa mengemudikan mobilnya,” kata Alonso seperti dikutip dari Crash.
Sementara itu pembalap muda Oliver Bearman juga ikut memberikan pandangan terkait arah regulasi baru tersebut. Ia menilai konsep manajemen energi yang terlalu dominan dapat mengubah cara pembalap menyerang di lintasan.
“Sepertinya akan ada banyak pengaturan energi saat balapan. Itu membuatnya sedikit terasa seperti Formula E,” ujar Bearman dikutip dari Motorsport.
Meski menuai kritik, pihak penyelenggara tetap menilai perubahan regulasi ini penting untuk masa depan Formula 1. Regulasi baru tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi serta memperbesar porsi tenaga listrik pada unit power mobil generasi berikutnya.
Perdebatan mengenai arah pengembangan teknologi mobil F1 pun diperkirakan masih akan terus berlangsung, terutama menjelang era regulasi baru yang akan mulai diterapkan dalam beberapa musim ke depan.
Editor : Aditya Novrian