Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Jurus Penggawa Singo Edan Bangkit Setelah Kalah dalam Tiga Laga Beruntun

Galih R Prasetyo • Kamis, 12 Maret 2026 | 09:25 WIB

BERSIAP BERBENAH: Iksan Lestaluhu membantu Matheus Blade (kiri) bangkit setelah berbenturan dalam sesi latihan di Dreams Football Pitch, Pakis.
BERSIAP BERBENAH: Iksan Lestaluhu membantu Matheus Blade (kiri) bangkit setelah berbenturan dalam sesi latihan di Dreams Football Pitch, Pakis.

MALANG KOTA – Merasakan tiga kekalahan beruntun rupanya tidak membuat Arema FC lempar handuk. Semangat bangkit masih dimiliki penggawa Singo Edan. Anak asuh Marcos Santos bertekad segera move on seusai laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Selasa lalu (10/3).

”Kami masih memiliki dua sampai tiga pekan untuk berbenah sebelum laga berikutnya,” kata kiper Arema FC Gianluca Pandeynuwu. Dia percaya saat jeda kompetisi dimanfaatkan dengan maksimal akan membuat tim bisa mendapat hasil bagi. Menurutnya, grafik performa Arema FC meningkat setelah raih hasil minor.

Itu menyusul, tim selalu melakukan evaluasi dari satu laga ke laga lainnya. Para pemain juga kerap saling memberikan masukan. Artinya selalu berusaha bangkit bersama.

Satu contohnya dalam laga menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Awalnya, dia merasa laga tersebut bisa berakhir untuk kemenangan Arema FC karena timnya sempat unggul satu gol. Namun, setelah turun minum, Singo Edan harus bermain dengan 10 orang.

”Di pertengahan babak kedua ada situasi seperti itu (kartu merah Dalberto), jadi kami harus beradaptasi,” katanya. Bermain tanpa keberadaan dua orang disebut Gianluca sangat menguras tenaga. Itu karena, lawan meningkatkan intensitas permainan untuk mencetak gol.

Belum lagi, performa tim berjuluk The Guardians sedang dalam tren positif. Serangan balik cepat mereka beberapa kali membuat Gianluca Pandeynuwu harus berjibaku mengamankan gawang. Untung, sejumlah peluang berbahaya mampu digagalkannnya.

Meski akhirnya kebobolan pada menit 76 dan 88, dia menilai Arema FC tetap menunjukkan daya juang tinggi. Dirinya dan rekan setim berupaya menjaga gawang agar tidak kembali kemasukan dan berusaha mengakhiri laga dengan meraih poin. ”Kekalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi kami,” katanya.

Mantan pemain Borneo FC Samarinda itu mengatakan, harus segera menatap ke depan. Itu karena, Arema FC punya sejumlah laga sisa di kompetisi. Saat ini baru bermain dalam 25 laga. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #Kota Malang #Singo Edan