CABOR Arung Jeram Kota Batu harus melakukan banyak penyesuaian saat latihan selama bulan Ramadan. Mulai dari menurunkan intensitas latihan sampai menyesuaikan program menempa diri akibat cuaca tak menentu. Upaya itu harus dilakukan supaya para atlet berlatih dengan maksimal.
Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Batu Ainul Sodikin mengungkapkan, jadwal latihan atlet tak berubah saat Ramadan. Mulai dari siang sampai sore. Menurutnya, penurunan intensitas latihan dilakukan untuk mengantisipasi supaya atlet tidak drop.
”Kami hanya melakukan latihan ringan saja, karena berlatih arung jeram saat berpuasa banyak menguras energi,” katanya. Fokus latihan lebih pada teknik dan komunikasi saat mengarungi sungai. Sementara porsi latihan fisik juga dikurangi secara signifikan saat ini.
Sedangkan saat cuaca tidak bersahabat atau hujan, aktivitas latihan dipindah. Itu dilakukan karena debit air sungai tinggi. Berisiko saat terus memaksakan berlatih di sungai.
Baca Juga: Arung Jeram Kota Batu Perolehan Medali di Kejurprov Meningkat
Bagi FAJI Kota Batu keselamatan atlet menjadi hal paling utama. Karena itu, aspek-aspek keselamatan atlet benar-benar diperhatikan. Saat disepelekan berpotensi memberi hal buruk.
”Kami bakal geser ke tempat latihan kering (di basecamp),” ungkap dia. Meski harus beradaptasi, Ainul melihat aktivitas tersebut cukup efektif untuk menjaga kondisi atlet. Itu menyusul, anak asuhnya berlatih fisik dan mengasah kemampuan teknik mendayung.
Selain mengatur menu latihan, Atlet FAJI Kota Batu juga memperhatikan asupan makanan selama berlatih di bulan Ramadan. Ada menu-menu khusus yang dikonsumsi saat sahur supaya pada waktu berlatih tidak cepat kekalahan.
Lalu, menu berbuka juga didesain yang bisa cepat mengembalikan energi para atlet. Umumnya, mengonsumsi makanan punya kalori tinggi. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian