KABUPATEN – Julian Guevara dan kawan-kawan tak hanya punya pekerjaan rumah inkonsistensi performa pada babak pertama.Hansamu Yama dkk rentan kemasukan gol saat pertandingan masuk menit 75 ke atas.
Sampai pekan ke-25 BRI Super League, Arema FC sudah 13 kali kebobolan pada menit akhir. Angka tersebut membuat Singo Edan berada di urutan keempat tim paling sering kemasukan jelang laga selesai. Jumlah tersebut menyamai torehan Persis Solo.
Sedangkan tim yang paling sering kebobolan pada akhir laga adalah PSBS Biak. Klub berjuluk Badai Pasifik itu kemasukan 18 gol pada pengujung laga. Akibatnya, rasakan 15 kekalahan di BRI Super League.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menjelaskan, statistik tersebut menjadi problem yang harus diperbaiki. Itu karena, bisa mengganjal upaya tim untuk meraih poin. Dia mencontohkan bagaimana Arema FC mengalami kebobolan tiga kali dalam dua laga terakhir.
Saat menghadapi Bali United FC, timnya harus terkena gol bunuh diri menit 90+3. Kemudian dua gol yang dicetak Bhayangkara Presisi Lampung FC juga terjadi pada akhir laga, tepatnya menit 76 dan 88. Karena itu, Arema FC kehilangan enam poin.
”Kami sudah mengantisipasi problem itu sebelumnya. Tapi, masalah itu kembali muncul dalam beberapa pertandingan terakhir,” ungkap nakhoda berkebangsaan Brasil itu. Berdasar analisisnya, kondisi fisik yang menurun menjadi salah satu faktor timnya kurang fokus jelang akhir laga.
Saat mendapatkan serangan balik, tidak mampu menggalang pertahanan yang kukuh. Sering kalah jumlah pemain dengan penyerang lawan. Alhasil, tim lawan mudah mencetak gol.
Daftar Tim Sering Kebobolan di Pengujung Laga
PSBS Biak
Jumlah Kebobolan: 18 gol
Persijap Jepara
Jumlah Kebobolan: 14 gol
Bali United FC
Jumlah Kebobolan: 14 gol
Arema FC
Jumlah Kebobolan: 13 gol
Persis Solo
Jumlah Kebobolan: 13 gol
Persik Kediri
Jumlah Kebobolan: 11 gol
PSIM Jogjakarta
Jumlah Kebobolan: 11 gol
Dewa United Banten FC
Jumlah Kebobolan: 10 gol
Malut United FC
Jumlah Kebobolan: 10 gol
PSM Makassar
Jumlah Kebobolan: 9 gol
Editor : Galih R Prasetyo