MALANG KABUPATEN, RADAR MALANG Keputusan Arema FC memaksimalkan kuota pemain asing berjalan tepat. Rekrutan anyar yang bergabung pada putaran pertama dan kedua memberi kontribusi positif. Mereka juga memegang peran krusial.
Joel Vinicius misalnya, pemain asal Brasil itu membuat lini serang semakin tajam. Dia sudah mencetak empat gol dari tujuh laga bersama tim. Kontribusi itu membuat Arema FC tak pernah puasa gol setelah kalah dari Dewa United pada pekan ke-18.
Meski tak bermain lama, Maia juga punya kontribusi besar di lini pertahanan. Kehadirannya membantu Arema FC memperpanjang statistik clean sheet jadi tiga laga beruntun. Dia menjadi pengganti Luiz Gustavo yang ideal.
Baca Juga: Penyerang Singo Edan Joel Vinicius Akhiri Rekor Buruk Transfer Putaran Kedua Arema FC
Sementara itu, Valdeci Moreira, Paulinho Moccelin, Matheus Blade, Betinho, dan Luiz Gustavo yang bergabung awal musim membuat tim kompetitif. Kemampuan mereka menunjang pemain lama. Singo Edan juga catat start bagus saat awal musim dan memiliki rekor away.
Setelah kalah dalam laga uji coba lawan Persija, Arema FC unbeaten dalam empat laga awal kompetisi. Efeknya tim berada di papan atas. Statistik away tim, tak terkalahkan dalam tujuh laga beruntun. Catat lima imbang dan menang dua kali.
Baca Juga: Laga Ketiga, Brace Lagi: Joel Vinicius Antar Arema FC Menang
Pada putaran pertama, jumlah gol pemain asing lama Dalberto Luan Belo meningkat. Dia jadi top skor sementara dengan 10 gol. Dalam momen itu, Valdeci dan Pualinho jadi super kreativitas lewat torehan assist, Blade serta Gustavo perkuat pertahanan.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengatakan, performa legiun asing masih belum 100 persen. Menurutnya, mereka bisa terus meningkat ke depan. ”Kompetisi masih panjang, masih ada ruang bagi pemain baru kami untuk (terus) berkembang lebih baik lagi,” katanya.
Dia meyakini itu, karena para pemain tak merasa puas. Masih mempunyai hasrat besar untuk mencapai target masuk lima besar saat akhir musim. Selain itu, dia melihat hubungan antar pemain semakin kuat. Itu memudahkan proses adaptasi.
Disinggung proses perekrutan, Marcos mengatakan, tim berusaha tak panic buying. ”Kami merekrut pemain yang sesuai kriteria dan (gaya) permainan Arema FC. Meski tak semua perform, tapi dari berbagai kandidat mereka adalah yang terbaik,” katanya.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengungkapkan, perekrutan pemain Singo Edan musim ini tak mudah. Klub perlu mengelola pendanaan dengan baik. ”Tapi berkat kolaborasi antar pelatih dan klub, kami bisa mengatasi tantangannya,” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho