Lulus IPK Tinggi tapi Menganggur? Ini 4 Kesalahan Fatal Mahasiswa yang Perlu Diwaspadai

RADAR MALANG - Fenomena lulusan perguruan tinggi yang sulit mendapatkan pekerjaan atau fresh graduate unemployment kian menjadi perhatian serius di dunia pendidikan saat ini.
Meskipun menyandang predikat sarjana dengan nilai akademik memuaskan, banyak lulusan yang justru tertahan di fase pengangguran dalam waktu yang cukup lama karena kurangnya persiapan non-akademis.
Baca Juga: Mengenal Metode STAD, Strategi Belajar Kelompok yang Mengasah Kognitif dan Afektif Peserta Didik
Berikut adalah empat kesalahan fatal yang sering dilakukan mahasiswa selama masa kuliah yang berpotensi menghambat karier mereka setelah lulus:
1. Terjebak dalam Pola Hidup “Kupu-Kupu” (Kuliah-Pulang)
Banyak mahasiswa hanya melaksanakan kegiatan "template" tanpa menyentuh aktivitas produktif di luar kelas seperti organisasi, magang, atau volunteer.
Minimnya pengalaman ini membuat profil mereka tampak kurang menarik dan tidak memiliki nilai tambah di mata rekrutmen perusahaan profesional.
2. Abai terhadap Pentingnya Portofolio atau Bukti Kerja
IPK yang memuaskan hanyalah tiket masuk, namun portofolio adalah penentu kemenangan dalam persaingan dunia kerja yang kompetitif.
Banyak mahasiswa lulus tanpa memiliki bukti nyata atas kemampuan yang mereka miliki, sehingga perusahaan sulit mengukur kompetensi teknis yang sebenarnya.
3. Kurang Selektif dalam Memilih Lingkaran Pertemanan



