Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Metode STAD, Strategi Belajar Kelompok yang Mengasah Kognitif dan Afektif Peserta Didik

X
KERJASAMA: Metode STAD menekankan pada kerjasama tim untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. (Pinterest)
KERJASAMA: Metode STAD menekankan pada kerjasama tim untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. (Pinterest)

Advertisement

 RADAR MALANG – Setiap proses pembelajaran, guru dituntut untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar menggunakan metode yang bervariatif. Kemajuan dunia pendidikan juga berdampak kepada sistem pendidikan di Indonesia. Banyak bermunculan metode pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan pemahaman belajar siswa, salah satunya adalah metode STAD.

Metode pembelajaran Student Teams Achievment Division (STAD) pertama kali dipopulerkan oleh Robert Slavin. Definisi dari metode STAD adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas, pembelajaran menggunakan kelompok-kelompok dengan jumlah anggota kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Model STAD lebih mementingkan sikap partisipasi peserta didik dalam rangka mengembangkan potensi kognitif dan afektif.

Advertisement

Metode pembelajaran STAD terdiri dari 5 komponen, antara lain:

  • Presentasi Kelas

Merupakan komunikasai satu arah, dimana informasi disampaikan kepada audiens oleh pembicara.

Advertisement

  • Kerja Kelompok (tim)

Tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelempok untuk menguasai materi tersebut.

  • Kuis

Hasil kuis digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan dalam nilai kelompok.

  • Skor Kemajuan Individu

Merupakan nilai dari hasil-hasil kuis yang diadakan dalam belajar kelempok atau tes cepat setelah guru menjelaskan suatu materi.

  • Rekognisi Tim

Pemberian penghargaan kelompok (tim) berdasarkan pada rata-rata nilai perkembangan individu. Diambil dari nilai hasil individu yang dikelompokan dengan hasil kerja kelompok maka akan didapat nilai kelompok sehingga bisa diberikan sebuah penghargaan kelompok terbaik.

Bagi para guru, model STAD mempermudah proses pemantauan atau monitoring karena interaksi antar-siswa terjadi secara aktif. Dalam model ini, siswa yang memiliki pemahaman lebih tinggi didorong untuk membantu rekan setimnya agar seluruh anggota kelompok mencapai tingkat kompetensi yang setara.

Akan tetapi, metode STAD juga memiliki tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi oleh tenaga pendidik. Jika guru tidak memberikan perhatian penuh, beberapa siswa berisiko menjadi pasif atau hanya mengandalkan dominasi rekan kelompoknya tanpa ada kontribusi nyata.

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Artikel Terkait

“Perisai” Guru Disiapkan, DPRD Targetkan Ranperda Tuntas Dua Bulan

“Perisai” Guru Disiapkan, DPRD Targetkan Ranperda Tuntas Dua Bulan

DPRD Kabupaten Malang menyiapkan ranperda perlindungan guru untuk memberi kepastian penyelesaian konflik pendidikan secara terarah.

Insentif Guru SD dan MI Swasta Diusulkan Naik Empat Kali Lipat Jadi Rp 1 Juta

Insentif Guru SD dan MI Swasta Diusulkan Naik Empat Kali Lipat Jadi Rp 1 Juta

Insentif guru SD dan MI swasta di Kabupaten Malang diusulkan naik dari Rp250 ribu menjadi Rp1 juta per bulan pada 2027.

Tiga Sekolah Berpotensi Direlokasi, Pemkot Malang Pertimbangkan Pertukaran Aset

Tiga Sekolah Berpotensi Direlokasi, Pemkot Malang Pertimbangkan Pertukaran Aset

Keberadaan tiga sekolah yang menempati lahan milik Universitas Negeri Malang jadi perhatian Pemkot Malang jelang berakhirnya masa kesepakatan penggunaan lahan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer