PELATIH Kepala Arema FC Marcos Santos tidak mengkhawatirkan dampak dari jeda panjang BRI Super League. Juru taktik asal Brasil itu percaya diri (pede) performa tim terjaga saat lama tak berlaga. Dia melihat, sejak Selasa lalu (24/2) semua program latihan berjalan dengan baik.
”Kondisi para pemain bagus. Mereka mampu menjaga fisik selama libur,” kata nakhoda tim berusia 46 tahun itu. Menurutnya, para pemain juga tidak ada mengalami problem kaki saat intensitas latihan dinaikkan secara perlahan. Semua berjalan dengan normal sesuai standar klub sebelum memulai pertandingan lagi.
Baca Juga: Pelatih Arema FC Marcos Santos Dirumorkan Merapat ke Guarani Brasil
Bagi Marcos, situasi tersebut menjadi sebuah hal positif. Itu karena, merupakan modal untuk memaksimalkan waktu jeda. Tim Singo Edan berencana memanfaatkan waktu sebelum melawan Malut United (3/4) untuk mengevaluasi permainan, menyusun strategi, dan membuat penggawa tim 100 persen siap.
Dia melihat, Singo Edan mempunyai beberapa pekerjaan rumah setelah berhasil catat hattrick kemenangan. Itu menyusul, dalam empat laga beruntun gagal meraih kemenangan. Perinciannya, sekali bermain imbang dan tiga kali merasakan kekalahan.
Baca Juga: Tantangan yang Harus Dihadapi Pelatih Arema FC Marcos Santos Jelang Lawan Bali United
Hasil tersebut membuat tim membuang kesempatan naik peringkat. Saat ini, harus rela tertahan di papan tengah klasemen BRI Super League. ”Ke depan peningkatan fisik akan tetap dilakukan, tapi kami juga melakukan pembenahan (permainan),” katanya.
Sebagai informasi selama sepekan ini para pemain Arema FC menjalani sesi latihan di tiga tempat berbeda. Mereka berlatih di gym, Dream Football Pitch, lalu menempa diri di Stadion Kanjuruhan. Selama waktu Walisson Maiai dan Valdeci Moreira intensif jalani pemulihan.(gp)
Editor : A. Nugroho