ADI Satryo rupanya bukan penjaga gawang yang selalu berganti sarung tangan setiap laga. Eks kiper PSIS Semarang itu merotasi gloves setelah menjalani tiga pertandingan. Dia juga membedakan gloves yang dipakai untuk latihan dan yang akan dikenakan saat pertandingan.
Pemain berusia 24 tahun itu menjelaskan, melakukan kebiasaan itu bukan karena tak mampu membeli sarung tangan baru. Menurutnya, waktu tersebut ideal untuk mengganti gloves yang digunakan untuk berlaga. Itu karena, grip atau daya cengkeraman di bagian telapak tangan mulai melemah akibat sering digunakan untuk menangkap bola dalam tiga laga.
Selain itu, untuk menjaga kenyamanan tangannya saat bertanding. Menurutnya, performa akan maksimal saat bermain dengan nyaman. ”Biar enak juga ketika dipakai bertanding,” ungkap pemain bernomor punggung 30 itu.
Sedangkan membedakan sarung tangan saat latihan dan pertandingan bertujuan untuk menjaga kualitas sarung tangan. Menurutnya, gloves paling solid dengan grip bagus dan menunjang gerakan tangan akan digunakan saat bertanding.
Dalam menggunakan sarung tangan kiper, dia memilih produk lokal. Alasannya, selain nyaman digunakan, kualitasnya juga tidak kalah bersaing. ”Jadi saya bisa mendapatkan kiriman per batch, isi lima sampai delapan sarung tangan. Nanti saya bagi lagi (untuk latihan dan pertandingan),” tambah dia.
Baca Juga: Arema FC Adi Satryo Punya Statistik Nirbobol Tinggi setiap Musim
Adi menambahkan, sarung tangan yang dipakai berlaga selalu memiliki satu karakteristik yang sama. Yakni menggunakan desain simpel dengan warna yang tidak mencolok. Sedangkan warna sarung tangan yang digunakan saat latihan bisa berbeda-beda. Mulai dari putih, merah, emas, hingga hitam.
Menurutnya, pemilihan sarung tangan juga harus selaras dengan jersey yang dikenakan. Terkait hal ini, dia kerap meminta pendapat sang istri untuk pemilihan warna. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho