Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Potensi Pemain Lokal Tak Diabaikan Tiga Nama Catat 1000 Menit Bermain

M. Affan Fauzan • Minggu, 29 Maret 2026 | 11:26 WIB
JADI ANDALAN: Para pemain lokal Arema FC menjalani sesi latihan sprint di Dreams Football Picth, Pakis, beberapa waktu lalu.
JADI ANDALAN: Para pemain lokal Arema FC menjalani sesi latihan sprint di Dreams Football Picth, Pakis, beberapa waktu lalu.

KABUPATEN – Meski mulai jarang tampil sejak menit awal, Arkhan Fikri dan Johan Ahmat Farizi tetap jadi penggawa lokal paling sering berlaga.   Keduanya mencatatkan lebih dari 15 pertandingan bersama Arema FC pada BRI Super League musim ini. Arkhan bermain 18 laga, John Alfarizi tampil 19 pertandingan.

Dalam laga-laga itu, Alfarizi bermain selama 1.392 menit. Dia tampil penuh dalam delapan pertandingan. Sedangkan Arkhan catat 1.192 menit pertandingan. Pemain berusia 21 tahun itu, bermain penuh dalam tujuh laga.

Pemain lokal lain yang sudah catat 1000 menit penampilan di BRI Super League adalah Bayu Setiawan. Fullback kanan itu turun gelanggang dalam 14 laga. Dia menorehkan 1.032 menit penampilan.

General Manager Arema FC menjelaskan, beragamnya menit bermain penggawa lokal menunjukkan objektivitas tim pelatih. Dia melihat, Pelatih Kepala Marcos Santos tak mempunyai anak emas dalam tim. Dia gunakan patokan performa untuk menentukan starting eleven. 

”Baik pemain asing maupun lokal harus bekerja keras agar bisa mendapatkan tempat di (starting eleven) tim,” ungkap dia. Menurut pria yang akrab disapa Inal itu, para pemain lokal selalu kerja keras. Mereka tak gentar dengan penambahan kuota pemain asing yang bisa berlaga di BRI Super League musim ini.

Selain Alfarizi, Bayu, Achmad Maulana, dan Arkhan, Inal mencontohkan performa Iksan Lestaluhu musim ini. Mantan pemain Madura United itu lebih banyak masuk starting eleven dibandingkan pada kompetisi 2024/2025.  Dia bermain delapan kali sejak menit awal, sementara musim lalu hanya sekali.

”Kami ingin para pemain lokal juga mampu menunjukkan kalau kualitas mereka tidak kalah dengan (pemain) lain,” katanya. Pria asal Bogor tersebut memastikan, manajemen akan memberikan support penuh kepada pemain lokal dan asing untuk bisa meningkatkan performa. Klub yakin, saat performa mereka bagus akan beri efek positif untuk tim saat mengarungi kompetisi.

Antara pemain lokal dan asing diwajibkan saling menunjang. Kolaborasi yang baik dilihat akan membuat tim tampil kompetitif. Apalagi dalam laga pekan depan, beberapa pemain absen. ”Kami adalah tim, karena itu harus saling support,” katanya. 

Di tempat terpisah, Fullback Kiri Ikhsan Lestaluhu menjabarkan, tidak ada status pemain lokal dan asing di tim. Semuanya merupakan pemain Arema FC. Karena itu, syarat bermain adalah dengan menunjukkan penampilan terbaik. ”Selama kami bisa bekerja keras dan mengikuti instruksi pelatih, saya yakin bisa terus dipercaya (Marcos),” tandasnya. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #Kabupaten Malang #Singo Edan