MALANG KOTA-Radar Malang - Di balik performa roller coaster Arema FC pada putaran kedua kompetisi, terdapat satu statistik positif yang dicatatkan elemen tim. Capaian itu berupa konsistensi penggawa Singo Edan dalam mencetak gol. Dalberto Luan Belo dan kawan-kawan mampu menjebol gawang lawan selama tujuh laga beruntun.
Kran gol itu pertama kali terbuka pada laga pekan ke-19 saat meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persijap Jepara. Setelah itu dua kali membobol gawang Persija Jakarta, pesta gol saat melawan Semen Padang, dan menahan imbang Madura United 2-2. Lalu gol pemain Arema FC berlanjut saat menghadapi Borneo FC, Bali United, dan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Saat putaran kedua kompetisi, hanya gawang Dewa United yang sulit dibobol.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, catatan gol pada putaran kedua bukan terjadi secara instan. Lini serang jadi salah satu aspek yang mereka benahi saat jeda paro musim. ”Pastinya ini adalah hasil evaluasi bersama tim pelatih, karena dalam beberapa pertandingan sebelumnya sempat kesulitan mencetak gol. Jadi kami melakukan berbagai perubahan,” ungkap pria asal Bogor tersebut.
Seperti melakukan perombakan amunisi tim pada pertengahan musim. Mengganti penyerang yang seret gol dengan pemain kreatif dan klinis di depan gawang. Itu dibuktikan dengan ketajaman yang diberikan Gabriel Silva dan Joel Vinicius.
Pria yang akrab disapa Inal itu menambahkan, perubahan komposisi skuad membuat taktik Marcos Santos berjalan lebih efektif. Efeknya, membuat kontribusi gol tidak hanya datang dari lini depan, tetapi juga sektor lain. Contohnya, Gustavo Franca dan Hansamu Yama ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Meski catatan itu menyamai performa pada laga-laga awal putaran pertama, Inal merasa permainan Arema FC harus lebih seimbang. Tidak hanya tajam dalam mencetak gol, namun juga solid dalam menjaga pertahanan. ”Kalau permainan kami lebih maksimal, seharusnya bisa lebih banyak meraih hasil positif,” tambah dia. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo