Dari skuad itu, hanya Gustavo Franca, Pablo Oliveira, Julian Guevara, Gabriel Silva yang fasih berbahasa Inggris. Sedangkan legiun asing lainnya lebih suka berkomunikasi gunakan bahasa Portugis. Tak terkecuali tim pelatih yang berasal dari Negeri Samba.
Winger Arema FC Salim Tuharea mengatakan, penggunaan kosa kata sederhana menjadi cara efektif untuk mengatasi perbedaan bahasa. Menurutnya, upaya itu bisa menghindari miskomunikasi. ”Kami mencoba berkomunikasi dengan berbagai hal. Mulai dari isyarat, sampai penggunaan kosa kata yang singkat, namun mudah dipahami,” ujar eks penggawa Madura United FC itu.
Menurutnya, komunikasi dengan penggawa asing harus terjalin dengan baik saat latihan dan pertandingan. Penggawa tim dituntut untuk berkoordinasi saat mulai masuk sesi latihan tactical. Meski begitu, mulanya terdapat sedikit miskoordinasi antar pemain.
Contohnya, terkait pergerakan, passing dan saat memberikan umpan. Namun, hal itu teratasi seiring banyaknya latihan bersama. Dia dan penggawa lokal mulai memahami kosa kata bahasa Inggris dan Portugis yang sering digunakan legiun asing.
Demi bisa memudahkan komunikasi dengan pemain asing, Salim sempat ikut kursus bahasa Inggris. Dia mengikuti kursus tersebut selama beberapa bulan. ”Kalau sekarang kami sudah cukup memahami satu sama lain, ingin bergerak ke mana atau seperti apa saat latihan maupun pertandingan,” tambah dia. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo