Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Air Mata Para Bintang: Perjuangan 5 Pemain Top Dunia yang Gagal ke Piala Dunia 2026

A. Nugroho • Rabu, 1 April 2026 | 20:26 WIB
TERTAHAN: Kegemilangan Donnarumma di bawah mistar Italia belum cukup mengantarkan negaranya lolos ke Piala Dunia 2026.
TERTAHAN: Kegemilangan Donnarumma di bawah mistar Italia belum cukup mengantarkan negaranya lolos ke Piala Dunia 2026.

RADAR MALANG - Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kisah getir bagi sejumlah pemain kelas dunia. Di tengah gemerlap prestasi bersama klub, mereka justru harus menerima kenyataan pahit gagal membawa negaranya lolos dari babak kualifikasi.

 Berikut kisah lengkap perjuangan mereka—dilengkapi profil naratif, caps, serta torehan prestasi yang mengukuhkan status mereka sebagai bintang besar.

1. Erling Haaland (Norwegia)
Erling Haaland, lahir di Leeds pada 21 Juli 2000, menjelma menjadi predator tajam di lini depan bersama Manchester City. Dengan postur tinggi, kecepatan, dan insting gol mematikan, ia menjadi salah satu striker paling produktif di dunia.

Bersama timnas Norwegia, Haaland telah mengoleksi lebih dari 30 caps dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah negaranya di usia muda.

Di level klub, ia meraih berbagai gelar domestik dan Liga Champions.

Di kualifikasi Piala Dunia 2026, Haaland kembali menjadi tumpuan utama. Ia mencetak gol penting di beberapa laga, tetapi Norwegia gagal menjaga konsistensi. Kehilangan poin di pertandingan krusial membuat mereka tersingkir, meninggalkan Haaland dengan mimpi yang kembali tertunda.

2. Martin Ødegaard (Norwegia)

Martin Ødegaard, kelahiran Drammen, 17 Desember 1998, adalah gelandang serang elegan dan kapten Arsenal. Ia dikenal karena visi permainan, kreativitas, dan kemampuannya mengatur tempo.
Bersama Norwegia, Ødegaard telah mencatatkan lebih dari 50 caps dan menjadi pusat permainan tim. 

Di level klub, ia sukses menjadi salah satu gelandang terbaik di Liga Inggris dan memimpin Arsenal bersaing di papan atas.
Sepanjang kualifikasi, Ødegaard memegang peran vital sebagai kreator serangan.

 Namun, tekanan tinggi memaksanya bermain lebih dalam, mengurangi efektivitasnya di sepertiga akhir lapangan. Norwegia pun kembali gagal lolos, meski sang kapten telah memberikan kontribusi maksimal.

3. Mohamed Salah (Mesir)
Mohamed Salah, lahir di Nagrig pada 15 Juni 1992, adalah ikon sepak bola Mesir dan bintang utama Liverpool.

Dengan kecepatan dan ketajaman luar biasa, ia telah menorehkan sejarah sebagai salah satu pemain Afrika terbaik sepanjang masa.

Di timnas Mesir, Salah telah mengoleksi lebih dari 90 caps dan mencetak 67 gol internasional, menjadikannya salah satu top skor sepanjang masa negaranya. Ia juga pernah membawa Mesir ke final Piala Afrika.

Dalam kualifikasi, Salah kembali menjadi andalan. Ia mencetak gol dan menciptakan berbagai peluang, namun sering mendapat penjagaan ketat.

Mesir gagal memanfaatkan momentum di laga penting, hingga akhirnya tersingkir. Kekecewaan pun tak terhindarkan bagi sang legenda hidup.

4. Victor Osimhen (Nigeria)
Victor Osimhen, lahir di Lagos pada 29 Desember 1998, dikenal sebagai striker eksplosif yang kini bersinar di Eropa bersama Galatasaray.

 Dengan kecepatan, kekuatan, dan kemampuan duel udara, ia menjadi ancaman konstan di lini depan.

Bersama Nigeria, Osimhen menjadi salah satu pencetak gol utama tim. Di level klub, ia sukses meraih gelar liga dan menjadi top skor di kompetisi elite Eropa.

Dalam kualifikasi, Osimhen tampil tajam di beberapa laga awal.
Namun, Nigeria gagal menjaga konsistensi permainan. Minimnya suplai bola dan rapuhnya pertahanan membuat mereka kehilangan poin penting. Harapan besar pun runtuh sebelum mencapai garis akhir.

5. Gianluigi Donnarumma (Italia)
Gianluigi Donnarumma, lahir di Castellammare di Stabia pada 25 Februari 1999, adalah salah satu kiper terbaik dunia dan andalan Manchester City. Ia dikenal karena refleks cepat, postur ideal, dan ketenangan di bawah tekanan.

Bersama timnas Italia, Donnarumma telah mengoleksi lebih dari 60 caps dan menjadi pilar utama sejak usia muda.

 Prestasi terbesarnya adalah membawa Italia menjuarai UEFA Euro 2020, di mana ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.

Di kualifikasi Piala Dunia 2026, Donnarumma tampil solid dengan sejumlah penyelamatan penting. Namun, lini depan Italia yang kurang tajam membuat mereka gagal meraih kemenangan krusial.

 Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Italia absen dari Piala Dunia—meninggalkan luka mendalam bagi sang kiper.

Kisah lima pemain ini menjadi gambaran nyata bahwa prestasi individu tidak selalu sejalan dengan kesuksesan tim nasional. Caps, gol, hingga trofi tak cukup menjamin tiket ke Piala Dunia.

Di balik angka dan statistik, ada perjuangan panjang, tekanan besar, dan mimpi yang harus kembali ditunda. Sepak bola sekali lagi menunjukkan sisi paling emosionalnya—di mana bahkan bintang terbesar pun bisa tersungkur di panggung kualifikasi. (rm)

Editor : A. Nugroho
#2026 #Italia #Donnarumma #Erling Haaland #Piala dunia