MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pertemuan Arema dengan Persebaya menjadi pertemuan yang menarik sekaligus menegangkan. Mengingat kedua tim berasal dari daerah yang sama, yaitu Jawa Timur, persaingan antara Arema FC dan Persebaya terjadi secara sengit. Seringkali saat pertandingan berlangsung, terjadi dengan tensi dan atmosfer yang tinggi.
Pada BRI Super League 2025-2026, Arema FC dan Persebaya Surabaya memiliki dua pertemuan atau dua leg. Leg pertama Derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di pekan ke-13 telah berlangsung di kandang Persebaya Surabaya, tepatnya di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (22/11/2025). Sementara leg kedua berada di kandang Arema FC, tepatnya di Stadion Kanjuruhan Malang.
Terhitung 11 hari lagi mulai tanggal (17/4), Derbi Jatim di leg kedua akan segera berlangsung. Leg pertama Derbi Jawa Timur berakhir dengan skor imbang, yaitu 1-1. Pertandingan berlangsung dramatis; kartu merah serta gol bunuh diri mewarnai pertandingan antara Persebaya Surabaya dengan Arema FC.
Sebelum pekan ke-28, dalam beberapa pertandingan Arema FC memperoleh hasil yang kurang memuaskan akibat pemain-pemain andalan Arema FC absen. Namun, saat ini para pemain andalan Arema telah kembali. Kembalinya pemain andalan Arema FC kini dapat memutus tren negatif dalam beberapa laga terakhir di BRI Super League.
Meski Persebaya lebih unggul daripada Arema FC, setelah kembalinya pemain andalan Arema serta adanya pemain baru Arema yang berasal dari Persija, membuat Arema bisa bersaing dengan sengit saat menghadapi Persebaya di Derbi Jatim mendatang. Dengan melihat pertandingan di leg pertama, Arema dan Persebaya kemungkinan besar akan memperoleh hasil yang imbang.
Baca Juga: Update Kondisi Kiper Arema FC Adi Satryo, Harus Bersabar untuk Kembali Berlaga
Marcos Santos merupakan pelatih yang memimpin Arema untuk menghadapi musim 2025/2026. Pelatih asal Brasil ini memiliki latar belakang yang kuat dalam sepak bola Brasil. Sementara di musim 2025/2026, Persebaya Surabaya dipimpin oleh pelatih Bernardo Tavares. Sebelum menjadi pelatih Persebaya, Tavares menjadi pemain serta pelatih dari Portugal. Tak jauh beda dari pelatih Arema, pelatih Persebaya juga telah menoreh banyak prestasi dalam dunia sepak bola.
Selama memimpin di BRI Super League, kedua pelatih Arema FC dan Persebaya melakukan tugasnya dengan baik. Melalui arahan dari pelatih Marcos Santos dan Bernardo Tavares, Arema FC dan Persebaya Surabaya berhasil menjauhi zona degradasi. Berikut statistik pada BRI Super League antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.
Arema FC
Selama Marcos Santos menjadi pemimpin pelatih Arema FC pada BRI Super League, hingga pekan ke-27 Arema FC berada di posisi yang jauh dari zona degradasi. Saat ini Arema FC berada di posisi ke-11. Dari 27 pertandingan yang telah terlaksana, Arema FC telah meraih kemenangan sebanyak 9 kali, 8 seri, dan 10 kekalahan.
Setelah kembalinya beberapa pemain yang sebelumnya absen, Marcos Santos memiliki banyak opsi pemain untuk menguatkan Arema FC dan memutus tren negatif di beberapa pertandingan sebelumnya. Pada Derbi Jatim yang akan datang, meski lawannya Persebaya lebih unggul, Arema FC tetap bisa mengimbangi atau bahkan melampaui.
Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya pada BRI Super League dipimpin oleh Bernardo Tavares. Klub asal Surabaya, Jawa Timur, ini sempat menempati posisi lima teratas pada klasemen BRI Super League 2025-2026, namun saat ini telah bergeser ke posisi ke-6 setelah Bhayangkara Presisi Lampung menempati posisi ke-5.
Selama 27 pertandingan yang telah terlaksana melalui arahan dari Bernardo Tavares, Persebaya Surabaya telah tercatat mencetak 11 kemenangan, 9 seri, dan 7 kekalahan. Saat Derbi Jatim mendatang, dengan performa yang apik, Persebaya akan menjadi tim yang tidak mudah dihadapi.
Editor : Aditya Novrian