RADAR MALANG-Skema permainan bertahan yang berbeda dalam dua laga terakhir tak membuat Lucas Frigeri kesulitan beradaptasi. Dia merasakan keuntungan saat tim bermain dengan tiga atau empat bek. Salah satunya, efeknya membuat Singo Edan mampu catat dua clean sheets beruntun.
”Sistem pertandingan (di dua laga terakhir) berjalan dengan baik. Kami karena berhasil tanpa kebobolan dan menang,” kata mantan pemain Madura United.
Menurutnya, yang perlu dilihat bukan hanya Arema FC berlaga dengan tiga atau empat pemain belakang. Tapi bagaimana, sistem itu membuat tim solid.
Frigeri merasa, Arema FC mampu mengantisipasi kelebihan dari lini serang lawan. Saat melawan Persita, meredam ketajaman dan kecepatan para penyerang Pendekar Cisadane. Sedangkan, pada laga menghadapi Persis Solo mampu meredam transisi permainan menyerang lawan.
Berangkat dari itu, Singo Edan berhasil meraih enam poin. Baginya hasil itu, bukan sesuatu yang didapatkan dengan cara instan. Para pemain menyiapkan dan saling melakukan evaluasi sebelum pertandingan.
”Tim pelatih banyak membantu kami dengan memberi informasi terkait kekuatan lawan,” terang kiper bernomor punggung 31 tersebut.
Elemen tim juga mengasah skema bertahan selama latihan. Alhasil, permainan yang diterapkan berjalan dengan baik.
Baca Juga: Jelang Lawan Persib Bandung, Ini Program Latihan yang Jadi Fokus Pelatih Arema FC
Meski begitu, Frigeri memastikan elemen tim tidak akan terbawa suasana hasil laga lalu. Itu menyusul, lawan di hadapi pada pertandingan mendatang berbeda. Baik itu terkait skema permainan dan komposisi pemain.
Menurutnya, penyesuaian-penyesuaian perlu dilakukan dan kerja keras sepanjang 90 menit untuk menang. Sebagai informasi saat melawan Persita Tangerang, Arema FC bermain dengan empat bek dengan formasi 4-2-3-1. Sedangkan saat melawan Persis Solo, dominan memainkan tiga bek dengan formasi 3-4-3. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo