RADAR MALANG-Cabor Gulat Kota Malang menaruh harapan besar kepada atlet yang akan bertanding di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim bulan Mei mendatang. Mereka menargetkan hasil terbaik atau mendapatkan medali emas dari 10 atlet yang diberangkatkan. Meski banyak menurunkan pegulat debutan, tim pelatih optimistis bisa mengatasi perlawanan kontingen lain.
Pelatih Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Malang Dida Wahyu menjabarkan, menurunkan enam atlet putra dan empat atlet putri untuk kategori remaja dan kadet. Mereka akan berlaga di kelas 46 sampai 67 kilogram. Dari 10 atlet yang mereka kirim, delapan di antaranya baru pertama kali mengikuti kejuaraan.
”Meski kami menurunkan atlet debutan, namun persiapan mereka untuk kejuaraan ini cukup lama,” ujar dia. Dida mengungkapkan, anak asuhnya sudah berlatih intensif sejak enam bulan lalu. Karena itu, dirinya yakin pegulat Kota Malang secara fisik dan strategi sudah siap ikut kejuaraan.
Terkait dengan mentalitas bertanding atlet, Dida sudah menerapkan dua program untuk mengasah aspek itu. Pertama, menggelar try out menghadapi kontingen lain, seperti dari Kabupaten Malang dan Sidoarjo. Lalu, memperbanyak latih tanding dengan atlet senior.
”Selama satu bulan ini, kami juga fokus memperbanyak latihan strategi,” ujar pria berusia 23 tahun itu. Menurutnya, latihan itu dapat membantu mereka lebih matang dalam mengambil keputusan. Sebab, lawan-lawan yang dihadapi nantinya memiliki banyak strategi untuk mengalahkan timnya.
Dengan persiapan tersebut, Dida optimistis atlet Kota Malang bisa bersaing ketat dengan para unggulan lain. Sebagai informasi, Kejurprov Jatim 2026 untuk cabor Gulat bakal dilaksanakan di Kabupaten Malang, 22-24 Mei mendatang. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo