RADAR MALANG-Cabor Wushu Kota Malang tidak hanya memasang target tinggi di ajang Piala Wali Kota Surabaya yang berlangsung Juni mendatang. Kejuaraan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengukur performa atlet setelah menjalani program latihan. Tim pelatih wushu percaya, hasil menempa diri akan terlihat saat atlet melakukan pertandingan.
Pelatih Wushu Sanda Kota Malang Fandy Alfian Chaniago menjelaskan, cabor tidak melakukan proses penjaringan atlet untuk mengikuti perlombaan tersebut. Itu karena, Piala Wali Kota Surabaya bersifat terbuka bagi yang ingin mendaftar. Karena itu, dia berencana untuk menurunkan banyak atlet di berbagai kategori lomba.
”Kami akan mengikuti semua kelas, mulai dari 48 sampai 80 kilogram,” ujar dia. Dia menjelaskan, keikutsertaan atlet di kejuaraan tersebut cukup krusial. Selain untuk mengukur hasil latihan, ajang itu juga bermanfaat untuk menambah jam terbang atlet.
Menurutnya, dalam situasi pertandingan atlet cenderung tampil lebih serius dan mengeluarkan performa maksimal. Alhasil, bisa melihat kekurangan dan kelebihan atlet saat bertanding. Kondisi tersebut dirasa tidak bisa diperoleh saat menjalani sparring dalam sesi latihan.
Dari catatan tersebut dirinya bakal memberikan perbaikan dalam sesi latihan. ”Jadi dari pertandingan itu mereka (atlet) bisa belajar dan berkembang lebih baik lagi,” tambah dia.
Meski kejuaraan tersebut terbuka, namun Alfian mewanti-wanti anak asuhnya untuk tetap bertanding dengan serius. Itu karena, mereka berpeluang menambah prestasi. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo