KABUPATEN, RADAR MALANG - Kehilangan dua penggawa di lini belakang tampaknya tak membuat tim pelatih Arema FC mengubah pendekatan tactical saat menghadapi Persik Kediri besok (3/5). Tim pelatih tetap akan mempertahankan skema tiga pemain belakang seperti saat melawan Persebaya Surabaya. Satu indikasinya, Marcos Santos mencoba skema permainan itu dalam sesi latihan tim kemarin.
Berdasar pengamatan wartawan koran ini, Pelatih Kepala Marcos Santos menempatkan Betinho Filho, Walisson Maia dan Anwar Rifai dalam skema tiga stoper. Sementara Johan Ahmat Farizi dan Rio Fahmi bermain lebih ke depan sebagai wingback. Dalam beberapa kesempatan, terlihat Betinho berganti posisi dengan Matheus Blade menjadi gelandang.
Juru taktik asal Brasil itu menjabarkan, komposisi tiga stoper menjadi skema paling ideal yang bisa diterapkan Arema FC saat ini. Itu karena, bisa membuat pertahanan tim lebih solid. ”Sejauh ini bermain dengan tiga bek membuat pertahanan tim menjadi solid dan minim celah untuk diserang lawan,” ujar Marcos.
Baca Juga: Setelah Tumbang dari Persebaya, Pemain Arema FC Jalani Program Latihan di Gym
Lantas, bagaimana dengan empat gol yang bersarang ke gawang Lucas Frigeri saat melawan Persebaya Surabaya? Pelatih asal Brasil itu melihat, tim kebobolan akibat kesalahan yang dilakukan di pertandingan. Bukan formasi bertahan yang diterapkan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Marcos memilih tak mengubah skema permainan. Tapi, memberikan instruksi khusus kepada anak asuhnya agar bisa menjalankan skema lebih optimal. Sekaligus melakukan perbaikan.
Meski begitu, bermain dengan tiga stoper di kondisi sekarang bukan tanpa tantangan. Itu karena, saat Maia, Betinho, dan Rifai tampil sebagai starter, bek tengah yang bisa menggantikan mereka adalah Blade. ”Tapi, saya pikir, beberapa pemain (fullback) ada yang bisa bermain sebagai stoper, itu sebagai langkah antisipasi di pertandingan,” ujar dia.
Pemain fullback yang disiapkan untuk mengisi skema tersebut ada dua. Mereka adalah Leo Guntara dan Johan Ahmat Farizi. Keduanya dilihat punya kemampuan untuk bermain di jantung pertahanan dan dalam laga sebelumnya punya pengalaman bermain di stoper.
Senada dengan Marcos, Fullback Kanan Arema FC Rio Fahmi merasa komposisi tiga bek saat ini sangat bagus untuk kestabilan tim. Itu karena, Arema FC memiliki lebih banyak pemain yang berada di belakang. ”Jika lini belakang solid, kami tinggal fokus untuk memaksimalkan serangan di depan,” tandasnya.
Pemain bernomor punggung dua itu menjelaskan, yang terpenting memaksimalkan instruksi yang diberikan pelatih. Lalu, tampil fight selama 90 menit pertandingan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho